Warga Dikeroyok dan Tertembak, Masyarakat Kampung Asmat Palang Jalan

Saiman - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 09:59 WIB
Warga Kampung Asmat di Mimika, Papua beramai-ramai palang jalan
Warga Kampung Asmat di Mimika, Papua, beramai-ramai memalangi jalan. (Saiman/detikcom)
Mimika -

Warga Kampung Asmat, Timika, Papua, melakukan aksi palang jalan. Akses jalan Timika arah Pomako, dan sebaliknya lumpuh.

"Iya benar, jalan masih dipalang, kita masih negosiasi dengan warga agar palang segera dibuka," Kata Wakapolres Mimika Kompol Sarraju kepada wartawan, Senin (8/3/2021).

Sarraju menjelaskan, kepolisian di lokasi berusaha menenangkan warga, di mana Kapolsek Pomako Ipda I Made Aribawa mendekati tokoh-tokoh dan orang yang dituakan. Di tengah proses negosiasi, tiba-tiba satu unit truk TNI datang dan membubarkan warga, hingga akhirnya mendapat perlawanan dengan lemparan batu.

"Benar ada yang menjadi korban penembakan, namun saat ini masih dalam pemeriksaan. Karena saat kejadian, ada satuan lain di TKP, sehingga masih dilakukan koordinasi dengan satuan lain," tambah Sarraju.

Tertembaknya satu warga mengakibatkan pemalangan jalan berlanjut hingga hari ini. Sementara warga yang tertembak dalam perawatan di RSUD Mimika.

"Korban saat ini berada di RSUD untuk menjalani tindakan medis," Tutup Sarraju.

Pantauan di lokasi pemalangan, pasukan Dalmas, Brimob Detasemen A Timika dan jajaran polsek masih berjaga. Kendaraan warga, termasuk puluhan kendaraan pengangkut BBM milik Pertamina, tidak bisa melintas.

Mulanya pemalangan jalan yang dilakukan karena ada pengeroyokan yang terjadi di Kampung ILS Pomako, depan Kios Panjang RT 11, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Timika. Warga yang mabuk dikeroyok salah satu supir kendaraan.

Pengeroyokan terjadi pada Minggu (7/3) sekitar pukul 18.30 WIT. Awalnya beberapa warga di Kampung Pomako mabuk dan memaksa hendak menumpang di kendaraan yang melintas.

Karena kondisi warga dalam keadaan mabuk, sopir kendaraan tidak mengizinkan warga menumpang. Akhirnya terjadi perdebatan mulut dan adu fisik yang mengakibatkan salah satu warga yang mabuk babak belur.

Melihat kejadian tersebut Warga Kekwa berbondong-bondong mendatangi jalan Poros Pomako melakukan pemalangan. Masyarakat Kekwa yang berjumlah kurang-lebih 400 orang berkumpul di Jalan Poros Mapurujaya-Pomako.

Masyarakat Kekwa tak terima salah satu warga mereka dikeroyok si pengendara. Polisi masih melakukan negosiasi dengan warga agar bersedia membuka palang.

Simak juga video '18 Kasus Teror Dilakukan KKSB Sepanjang Februari 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)