Makna Mendalam Pidato SBY soal Moeldoko: dari Bahasa hingga Gerakan Mata

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 07 Mar 2021 13:40 WIB
Jakarta -

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY berpidato mengutuk acara yang diklaim sebagai KLB Demokrat yang mana menetapkan Kepala KSP Moeldoko sebagai ketua umum baru. Pidato SBY dinilai bermakna mendalam.

Analisis ini disampaikan pakar gestur Handoko Gani yang merupakan instruktur ahli deteksi kebohongan dari dunia sipil yang memiliki gelar diploma di bidangnya serta terotorisasi dalam penggunaan alat layered voice analysis (LVA). Handoko mulanya memaparkan bahasa dan gestur tertentu yang dia tangkap dari pidato SBY.

"Teks pidato ini sangat dalam maknanya secara linguistik. Bukan secara gestur saja. Antara lain penggunaan kata 'Yang Mulia' di awal, dan langsung 'Bapak Presiden Jokowi'. Di akhir, 'Yang Mulia' digunakan ketika menceritakan soal ngirim surat ke Jokowi. Langsung 'Bapak Presiden' ketika meminta keadilan hukum pada Presiden Jokowi sambil telapak tangan dan tangan menunjuk ke depan," kata Handoko Gani kepada wartawan, Minggu (7/3/2021).

SBY pidato menanggapi Moeldoko (Screenshot video).SBY pidato menanggapi Moeldoko. (Screenshot video).

"Versus penggunaan kata 'KSP Moeldoko pasti diberi sanksi oleh atasannya karena ulahnya itu', 'Pejabat pemerintahan', 'berada di lingkar dalam lembaga kepresidenan'," jelas Handoko.

Handoko menilai pidato SBY bergaya perspektif perasaan dan emosi 'saya' atau 'kita'. Handoko kemudian memerinci sejumlah gestur unik yang dia temukan dari pidato SBY.

"Namun uniknya di balik semua kata yakin dan percaya ketemu 1 gesture mata di terakhir ini. Mata menengadah ke atas yang sebetulnya bermakna masih ada ketidakyakinan dan ketidakpercayaan pada pemerintah dan presiden khususnya, di mana beliau juga mengajak para anggota untuk berperang untuk partai dalam bahasa metaforanya. Perang suci, war of necessities, just war," sebut Handoko Gani.

SBY pidato menanggapi Moeldoko (Screenshot video).Analisis gerakan mata SBY saat pidato menanggapi Moeldoko. (Screenshot video)

Gestur selanjutnya yang ditangkap Handoko Gani ialah tangan SBY menunjuk ke bawah. Dia menilai itu sebagai bentuk kekecewaan SBY kepada Moeldoko sembari mengingatkan atasan Moeldoko.

"Dan gestur nunjuk tangan ke bawah ketika berbicara tentang Indonesia. Artinya begini. Di awal SBY menunjukkan bahwa, tuh kan saya/kita benar soal gerakan kudeta ini sambil menunjukkan kekecewaan terhadap Moeldoko yang sudah diberikan jabatan dulu (hingga bawa-bawa pengampunan Allah)," jelas Handoko.

"Namun juga mencolek soal pejabat pemerintah dan atasan Moeldoko. Di akhir, menyatakan yakin/percaya pada Jokowi dan pemerintah. Tetapi gestur mata dan gestur tangan di akhir menunjukkan kekurangyakinan pada Jokowi dan pemerintah. Sambil meminta agar kader partai bersatu berjuang di bawah komando Ketum AHY dengan menggunakan metafora perang suci," sebut dia.

SBY pidato menanggapi Moeldoko (Screenshot video).Analisis gerakan tangan SBY menunjuk ke bawah saat pidato menanggapi Moeldoko. (Screenshot video).

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2