Surat Muladi Beredar, Imbas Perseteruan SBY-Kalla?

Surat Muladi Beredar, Imbas Perseteruan SBY-Kalla?

- detikNews
Senin, 27 Feb 2006 18:06 WIB
Jakarta - Saling ungkit seputar borok-borok di ring 1 Presiden tampaknya bertambah luas. Surat yang diungkit tidak hanya yang muncul pada masa pemerintahan SBY-Kalla saja. Namun, surat yang keluar 6 tahun lalu ikut dibongkar.Inilah yang terjadi pada pengungkapan surat Mensesneg Muladi di Komisi I DPR, Senin (26/2/2006). Tanpa diketahui jelas dari mana sumbernya, beredar surat sakti dari Mensesneg Muladi yang ditujukan ke sejumlah menteri terkait permohonan izin frekuensi Global TV.Jelas, keluarnya surat-surat dari lingkungan Istana Kepresidenan ini bukan tanpa alasan. Munculnya surat-surat rahasia ini dicurigai imbas dari konflik yang terjadi dari dalam istana sendiri, tepatnya antara SBY-Kalla. "Ini lanjutan kasus-kasus sebelumnya yang saling kait mengait. Menurut saya, ini terkait dengan konflik elit SBY-Kalla. Sudi adalah kolega SBY dan Muladi disebut sebagai kolega Kalla," kata Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti saat dihubungi detikcom, Senin (27/2/2006). Jika sebelumnya yang diserang adalah Sudi Silalahi sebagai kolega SBY, kini berbalik ke kolega Kalla. "Sebetulnya ini baik dalam konteks publik, artinya wilayah Sekneg dan Istana Kepresidenan sebagai sumber permainan KKN terungkap," kata mantan Ketua KIPP ini.Namun, jika Presiden tidak segera menyelesaikan kasus ini, imbasnya tidak bagus bagi SBY sendiri. "Karena sekarang persoalan-persoalan semakin tidak terkontrol dan tidak terselesaikan oleh SBY. Kalau terus menerus, SBY bisa kehilangan kontrol terhadap kabinetnya," katanya.Ray mengaku tidak habis pikir dengan konflik di kedua lembaga ini. Karena konflik sudah melebar ke para kolega dengan ujung belum jelas. Sebab jika dilihat dari kaca mata pemilu, sebenarnya masih lama. "Tapi pengungkapan borok-borok di dua kekuatan ini sudah saling menjatuhkan martabat. Presiden SBY harusnya segera turun tangan," katanya.Menurut Ray, konflik tidak hanya SBY-Kalla, tetapi sudah melebar menjadi konflik antara dua kubu besar. Akibatnya, lama-lama mereka sibuk soal ungkap mengungkap, berujung tidak siapnya mereka melakukan kewajiban-kewajiban. "Sebagai contoh, hampir 2 minggu ini Sudi Silalahi tidak bisa kerja maksimal," katanya."Kritik saya seolah-olah SBY tidak mengerti soal ini. Lebih parah lagi tidak menguasai permainan. Ini bisa bahaya. SBY harus ambil dan selesaikan ini. Kalau memang ada keterlibatan anak buahnya, SBY harus peringatan keras, Presiden bisa saja perintahkan Sudi 'you out'," katanya. (jon/)


Berita Terkait