Ajak Semua Kader PD Bersatu, Moeldoko Singgung Gaya Kepemimpinan

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 22:59 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dituding hendak mengambil alih Partai Demokrat dan menjadi capres di Pemilu 2024. Moeldoko menjawab isu itu.
Moeldoko (Agung Pambudhy/detikcom)
Medan - Ketum Partai Demokrat versi KLB yang digelar sepihak di Sumut, Moeldoko, memberi sambutan berapi-api di hadapan peserta. Moeldoko mengajak semua kader Demokrat bersatu padu.

"Saya mengajak seluruh kader Demokrat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, untuk bersama-sama berjuang untuk meraih kembali kejayaan Demokrat!" kata Moeldoko di lokasi KLB, The Hill Hotel and Resort, Deli Serdang, Jumat (5/3/2021).

"Tidak ada yang tertinggal. Semua kita bersatu padu, kita ajak semuanya. ini adalah rumah besar kita bersama," imbuh Moeldoko.

Moeldoko menegaskan kekuatan Partai Demokrat berada di tangan kader-kadernya. Dia meminta semua kader berjalan beriringan dengannya.

"Baik selaku pemimpin partai pada tingkat provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, sampai dengan kelurahan, harus bersama-sama dengan saya," sebut Moeldoko.

Moeldoko kemudian berbicara tentang kepemimpinan. Dia menegaskan seorang panglima tak berarti apa-apa tanpa prajurit.

"Kalau saya berbicara tentang leadership, kekuatan seorang panglima ada di pundak para komandan-komandan lapangan seperti kalian semuanya. Panglima tidak ada artinya kalau tidak memiliki prajurit-prajurit yang tangguh dan seorang pemimpin tugasnya adalah memberikan perkuatan kepada komandan-komandan di bawahnya. Itu pemimpin, bukan malah mengecilkan bawahannya. Itulah pemimpin memberikan kekuatan dan energi yang luar biasa kepada bawahannya," jelas Moeldoko.

"Saya mengapresiasi atas permintaan kalian kalian telah meminta saya untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat. Untuk itu, saya mengapresiasi dan terima kasih untuk itu saya terima," sebut Moeldoko.

Sebelumnya, SBY dalam jumpa pers menanggapi KLB Demokrat di Sumut, mengatakan tindakan Moeldoko merupakan perbuatan yang tidak terpuji. SBY juga merasa malu pernah memberikan jabatan kepada Moeldoko.

"Hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran Tentara Nasional Indonesia," katanya.

"Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Mahakuasa atas kesalahan saya itu," imbuhnya. (gbr/gbr)