SBY Ungkap Ada Akal-akalan Moeldoko cs Ubah AD ART PD demi Jadi Ketum

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 22:30 WIB
Jakarta -

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) lewat agenda yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB). Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut ada akal-akalan mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam KLB tersebut.

"Saya dengar ada akal-akalan dari pihak KSP Moeldoko dan para pelaku kudeta, bahwa sebelum mengangkat KSP Moeldoko menjadi ketua Umum Partai Demokrat ilegal, AD dan ART yang sah diubah dan diganti dengan AD dan ART versi KLB Deli Serdang, sehingga penobatan KSB Moeldoko dianggap sah," ujar SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).

SBY menjelaskan AD/ART bisa diubah melalui forum yang sah. Menurutnya, pengubahan AD/ART itu harus melalui kongres atau KLB yang sah.

"Mari kita lihat bersama, untuk mengubah AD dan ART, forumnya harus sah, baik kongres atau kongres luar biasa yang hendak mengubah AD dan ART juga harus sah. Forum KLB Deli Serdang jelas tidak sah dan ilegal," katanya.

Dia menilai apa yang dilakukan Moeldoko salah besar. Dia menganggap Moeldoko tidak mengerti undang-undang partai politik.

"Untuk diketahui, AD dan ART hasil kongres atau KLB yang sah pun harus mendapat pengesahan dari negara dan pemerintah melalui Kemenkum HAM. Jadi kalau KSP Moeldoko melalui telepon menanyakan keabsahan AD dan ART dan merasa cukup puas atau mengira bahwa AD dan ART Deli Serdang itu sah, KSP Moeldoko salah besar, berarti KSP Moeldoko tidak memahami undang-undang partai politik yang berlaku dan juga tidak memahami AD dan ART Partai Demokrat. Lagi-lagi makin kuat makin nyata bahwa KLB Deli Serdang benar-benar tidak sah adanya," katanya.

Sebelumnya, SBY mengatakan tindakan Moeldoko merupakan perbuatan yang tidak terpuji. SBY juga merasa malu pernah memberikan jabatan kepada Moeldoko.

"Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral," ujar SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).

SBY menyebut tindakan yang dilakukan Moeldoko hanya mendatangkan rasa malu. Khususnya, kata SBY, bagi orang-orang yang pernah bekerja bersama Moeldoko.

"Hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran Tentara Nasional Indonesia," katanya.

Selain itu, secara pribadi ia juga merasa malu telah memberikan kepercayaan jabatan kepada Moeldoko. Ketika SBY menjadi presiden, Moeldoko pernah diamanatkan menjadi Panglima TNI.

"Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Mahakuasa atas kesalahan saya itu," imbuhnya.

(man/gbr)