Polisi Deadline Massa Papua Demo Hingga Pk 18.00 WIB
Senin, 27 Feb 2006 17:14 WIB
Jakarta - Ratusan mahasiswa Papua berencana menginap di Plaza 89 selama tiga hari. Mereka akan menduduki Plaza 89 hingga operasi PT Freeport Indonesia (FI) ditutup. Namun, polisi melarangnya. Polisi memberi batas waktu pukul 18.00 WIB kepada mereka. "Mereka diberi waktu hingga pukul 18.00 WIB, sesuai dengan peraturan," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Wiliardi kepada wartawan di Plaza 89, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (27/2/2006). Kapolres menanggapi rencana massa Papua untuk menginap di gedung ini. Bila hingga pukul 18.00 WIB massa tidak membubarkan diri, polisi jelas akan membubarkan aksi para demonstran itu. Namun, Kapolres tidak bisa menjamin apakah pembubaran massa petang nanti akan menjadi chaos atau tidak. "Lihat nanti sajalah," ujar Kapolres. Rencana massa Papua menginap di Plaza 89 ini disampaikan juru bicara kelompok ini, Arkilaus Baho, di hadapan massa. Mereka akan menginap di Plaza 89 hingga PT Freeport tutup. "Lebih baik kami mati hari ini daripada masyarakat Papua mati karena Freeport," ujar dia berapi-api. Hingga pukul 16.50 WIB, massa Papua masih bertahan di halaman gedung Plaza 89. Mereka menyanyikan lagu bersama-sama sambil diiringi gitar. Sementara suasana di Plaza 89 sudah semakin sepi, karena para karyawan yang berkantor di gedung ini sudah pulang. Namun, personel polisi makin bertambah banyak. Sekitar pukul 16.30 WIB, 300 personel Brimob kembali dikerahkan ke gedung ini.
(asy/)











































