Pantau Kualitas Udara Secara Realtime Bisa Lewat Aplikasi ISPU

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 19:33 WIB
ISPUnet
Foto: KLHK
Jakarta -

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkomitmen untuk memberikan informasi mutu udara yang tepat dan akurat. Sebagai upaya pengendalian pencemaran udara, KLHK mengenalkan aplikasi berbasis Android dan website ISPU Net kepada masyarakat.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), M.R. Karliansyah, menjelaskan melalui ISPU Net masyarakat dapat mengetahui hasil pemantauan kualitas udara secara real time di Indonesia.

"Saat ini alat pemantauan status mutu udara telah terpasang 39 lokasi di kota-kota besar di Indonesia. Tahun 2021, akan dilakukan pembangunan 14 unit Air Quality Monitoring Station (AQMS) tambahan," jelas Karliansyah dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3/2021).

Ia pun menyampaikan ISPU tak hanya menampilkan kondisi kualitas udara. Tapi juga meliputi berbagai data lainnya seperti nilai kritis parameter, nilai kelembapan, nilai tekanan udara, suhu, dan grafik parameter.

Adapun parameter yang digunakan dalam perhitungan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga saat ini adalah Partikulat (PM10 dan PM2.5), Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2), Ozon (O3), dan Hidrokarbon (HC).

"Hasil perhitungan ISPU PM 2,5 disampaikan tiap jam selama 24 jam. Sedangkan untuk parameter selain ISPU PM 2,5 disampaikan 2 kali sehari setiap jam 09.00 dan 15.00 WIB," tuturnya.

Karliansyah mencontohkan grafik ISPU yang diperoleh dari Stasiun KLHK-Jakarta GBK menunjukkan kondisi kualitas udara Jakarta periode 1 Januari hingga 4 Maret 2021 berada pada kategori 'Baik' sebanyak 24 hari, dan 'Sedang' sebanyak 38 hari. Ia menambahkan, terdapat sedikit catatan bahwa pada tanggal 23 Januari 2021 alat dalam perbaikan (tidak ada data ISPU).

Diketahui, metode perhitungan ISPU mengacu pada Permen LHK Nomor 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara. Karliansyah menyampaikan ISPU dihitung dari data hasil pemantauan kualitas udara ambien dengan stasiun pemantau yang beroperasi secara otomatis dan kontinu (AQMS).

"Apabila dibandingkan dengan ISPU pada negara lain atau biasa disebut Air Quality Index (AQI), perbandingan kategori dan batasan nilai ISPU parameter PM 2,5 memiliki kategori dan rentang kategori yang tidak jauh berbeda," terangnya.

Lebih lanjut, Karliansyah menyampaikan terdapat perbaikan kualitas udara selama pandemi COVID-19. Dari pantauan di beberapa kota, data AQMS untuk PM 2,5 menunjukkan adanya perbaikan sebesar 32-35 persen.

"Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada periode yang sama, hampir seluruh kota mengalami perbaikan kualitas udara, kecuali daerah yang dipengaruhi kejadian karhutla. Kami terus melakukan pemantauan rutin setiap hari," ungkap Karliansyah.

Untuk diketahui, informasi yang resmi dan valid terkait kualitas udara di daerah rawan karhutla tetap harus merujuk pada ISPU. Adapun informasi ini bisa dipantau menggunakan aplikasi di Android. Informasi di dalamnya dijamin valid sebab telah menggunakan standar perhitungan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.

(akn/ega)