Top 5 News

Kisruh KLB Partai Demokrat & soal Ucapan Jokowi Benci Produk Asing

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 19:25 WIB
Top
Foto: detikcom
Jakarta - Kisruh Partai Demokrat masih berlangsung. Hal itu dilatarbelakangi digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) oleh sejumlah pihak di Sumatera Utara hari ini. Kisruh itu misalnya dari adu mulut Marzukie Alie dan Jansen Sitindaon di Bandara Kualanamu, Medan hingga saling lempar botol antar pendukung di lokasi dekat kongres.

Di samping itu, Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait seruannya untuk membenci produk asing kemarin ramai diperbincangkan. Dirinya pun hari ini kembali berbicara hal serupa.

Ia bilang untuk cinta produk Indonesia, untuk bangga terhadap produk Indonesia dan boleh saja kita ngomong tidak suka pada produk asing. Menurutnya, masa nggak boleh kita nggak suka dan boleh saja tidak suka pada produk asing. Ia pun melontarkan 'Gitu aja rame.'

Selain dua berita di atas, ada beberapa berita lainnya yang menjadi perbincangan hangat hari ini. Berikut Top 5 News edisi Jumat (5/3/2021).

1. Kisruh KLB Partai Demokrat

Sejumlah pihak yang mengatasnamakan Partai Demokrat menggelar kongres luar biasa (KLB) di Sumatera Utara hari ini melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Kongres tersebut memutuskan Kepala KSP Moeldoko menjadi Ketua Umum. AHY merespon bahwa dirinya lah Ketua Umum Demokrat yang sah.

"Terkait adanya kongres luar biasa atau KLB yang dilakukan secara ilegal, inkonstitusional, oleh sejumlah kader, mantan kader yang juga bersekongkol dan berkomplot dengan kader eksternal," kata AHY.

"Saya tentu berdiri di sini tidak sendirian, mungkin terlihat saya hanya didampingi sekjen saya, Bung Teuku Riefky Harsya, tapi sejatinya saya berdiri tegap di sini mewakili jutaan kader dan simpatisan Partai Demokrat," sebut AHY.

Baca selengkapnya: AHY: Saya Ketum Demokrat yang Sah

2. Ajakan Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Rame

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait seruannya untuk membenci produk asing kemarin ramai diperbincangkan. Dirinya pun hari ini kembali berbicara hal serupa. Kali ini Jokowi berbicara tentang hal itu dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII HIPMI 2021 di Istana Bogor, Jumat (5/3/2021).

"Kemarin saya sampaikan untuk cinta produk Indonesia, untuk bangga terhadap produk Indonesia dan boleh saja kita ngomong tidak suka pada produk asing. Masa nggak boleh kita nggak suka, kan boleh saja tidak suka pada produk asing. Gitu aja rame. Bolehkan kita tidak suka pada produk asing," ucapnya.

Namun Jokowi mengakui memang untuk mengajak masyarakat agar loyal terhadap produk dalam negeri ada persyaratannya. Produk dalam negeri juga harus meningkatkan kualitasnya.

Baca selengkapnya: Ajakan Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Rame

3. Harga Cabai Rawit di Berbagai Daerah Pedas Banget

Harga Cabai Rawit di berbagai daerah terus meroket. Misalnya di Klaten harganya menyentuh hingga Rp 120 ribu per kg. Ini sama dengan harga 1 kg daging sapi.

Pedagang pun mengeluhkan harga cabai rawit yang melambung tinggi. BPS menyebut harga cabai mempengaruhi inflasi. Cuaca buruk disebut jadi penyebab harga cabai rawit meningkat.

Baca selengkapnya: Harga Cabai Rawit di Berbagai Daerah Pedas Banget

4. Kominfo Hentikan TV Analog November 2022

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan migrasi penyiaran sepenuhnya ke TV digital tinggal 20 bulan lagi atau tepatnya di November 2022. Menurutnya, keberadaan PP Postelsiar akan mempermulus proses migrasi dari TV analog ke digital.

"Dengan demikian, kita memiliki waktu 20 bulan melanjutkan persiapan penghentian TV analog untuk beralih ke TV digital di seluruh Indonesia," ujar Johnny dalam konferensi pers virtual, Kamis (4/3/2021).

"Ketentuan migrasi penyiaran tersebut telah ditetapkan lewat Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran)," ucapnya menambahkan.

Baca selengkapnya: Kominfo Hentikan TV Analog November 2021

5. Gempa Bumi M 8,1 Selandia Baru Picu Tsunami Regional

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 8,1 yang mengguncang Selandia Baru dilaporkan hanya memicu 'tsunami regional'. Peringatan tsunami telah diturunkan levelnya oleh otoritas setempat dan warga yang dievakuasi telah diperbolehkan kembali ke rumah, meski masih diimbau menjauh pantai.

Seperti dilansir New Zealand Herald, Jumat (5/3/2021). gempa bumi M 8,1 itu berpusat di titik dekat Pulau Raoul, yang berjarak 1.000 kilometer jauhnya dari Selandia Baru dan mengguncang pada Jumat (5/3) pagi, sekitar pukul 08.28 waktu setempat. Pusat gempa berada di kedalaman relatif dangkal, yakni 20 kilometer dari permukaan laut.

Gempa kuat ini diyakini dipicu oleh gempa lainnya berkekuatan M 7,4 yang terlebih dulu mengguncang lokasi yang sama, yang melibatkan jenis patahan 'terbalik' yang sama. Diduga juga bahwa gempa-gempa kuat itu dipengaruhi oleh gempa pagi hari yang berkekuatan M 7,3 di lepas pantai East Cape.

Baca selengkapnya: Gempa Bumi M 8,1 Selandia Baru Picu Tsunami Regional

(ncm/ega)