Sukses Himpun Dana Rp 385 M di 2020, BAZNAS Kampanye Gerakan Cinta Zakat

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 17:07 WIB
Baznas
Foto: Baznas
Jakarta -

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengampanyekan Gerakan Cinta Zakat yang akan diluncurkan pada bulan Ramadan mendatang. Gerakan ini dilakukan sebagai upaya memaksimalkan potensi zakat demi kesejahteraan masyarakat.

Ketua BAZNAS Noor Achmad mengungkap tujuan dari gerakan ini, yaitu untuk lebih mendorong kehadiran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tengah masyarakat. Selain itu gerakan ini juga berguna untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan, terutama fakir miskin.

Oleh karena itu, lanjutnya, BAZNAS mengajak masyarakat untuk merasakan manfaat zakat, infak dan sedekah melalui www.baznas.go.id/bayarzakat atau baznas.go.id/rekening serta beragam kemudahan lainnya. Noor pun berharap Gerakan Cinta Zakat bisa turut membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan.

Adapun jajaran pimpinan BAZNAS telah mengadakan pertemuan dengan Presiden Jokowi pada Rabu (24/2). Selepas pertemuan tersebut, Noor mengaku Gerakan Cinta Zakat mendapat dukungan dari berbagai pihak, yaitu Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, serta dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

"Alhamdulillah kami menerima banyak arahan dari Presiden yang sangat memahami persoalan zakat di Indonesia. Beliau mendukung penguatan pengelolaan zakat dan Gerakan Cinta Zakat, yang akan diluncurkan Ramadan nanti," ujar Noor dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3/2021).

Ia menambahkan, Presiden Jokowi mengapresiasi dan mendukung program BAZNAS, terutama penanggulangan kemiskinan serta menjaga amanah dan kepercayaan agar masyarakat merasakan nikmat zakat. Selain itu, lanjutnya, Presiden juga meminta BAZNAS menggali potensi penghimpunan dan potensi dengan inovasi dan menerapkan teknologi digitalisasi dalam menata pengelolaan zakat.

Noor menjelaskan, kepada Presiden, Ia memaparkan peran dan kontribusi BAZNAS dalam mendukung pengentasan kemiskinan. Upaya ini dilakukannya sejalan dengan misi sebagai lembaga utama menyejahterakan umat.

Selain itu, Noor mengungkap pada 2020 BAZNAS berhasil menghimpun Rp 385 miliar. Dengan rata-rata pertumbuhan 29,5 % dan penerima manfaat mencapai 1.500.561 jiwa.

Ia pun menjelaskan, zakat berhasil mengentaskan 35% mustahik dan mentransformasikan 1.576 mustahik menjadi muzaki atau berpenghasilan di atas nishab zakat, Rp4,6 juta/KK/bulan. Data ini ia sampaikan berdasarkan hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS 2020. Noor menambahkan, hal ini menunjukkan efektivitas penyaluran zakat BAZNAS.

Tak hanya itu, Noor juga menyampaikan visi BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non-struktural untuk filantropi Islam terpercaya, kuat, dan modern. Ia melanjutkan, BAZNAS juga memiliki misi untuk menjadi lembaga pemerintah non-struktural yang aktif dalam menangani dampak COVID-19 yakni sebagai upaya turut membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.

Oleh karena itu, Noor mengajak masyarakat memperkuat gotong royong untuk membantu sesama. Harapannya, dengan hal ini potensi zakat nasional Rp 320 triliun dapat segera terhimpun dan akan semakin menguatkan peran masyarakat dalam pengentasan kemiskinan.

Noor pun menyampaikan, pihaknya akan menggandeng organisasi masyarakat, MUI, dan LAZ sebagai mitra penyaluran sebagai respons arahan Presiden dan Wapres dalam meningkatkan manfaat zakat untuk umat. Tak hanya itu, Noor pun berkomitmen akan mengoptimalisasi pengelolaan zakat di kalangan ASN kementerian, lembaga negara, dan BUMN guna meningkatkan penghimpunan.

Sementara itu dalam pertemuan via daring dari Kantor Wakil Presiden pada Kamis (4/2), Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan arahannya terkait Gerakan Cinta Zakat.

"Saya setuju gerakan saat Ramadan, Gerakan Cinta Zakat. Oleh karena itu, saya minta inovasi, terobosan-terobosan, bagaimana cara memungut zakat agar makin besar," imbuhnya.

Ma'ruf juga meminta BAZNAS agar terus menghasilkan hasil positif dengan produktivitas yang tinggi. Ia pun berharap, BAZNAS dapat memperkuat peran dalam ekosistem ekonomi syariah yang sedang digalakkan presiden melalui Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS).

BaznasBaznas Foto: Baznas

Selain Ma'ruf, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj turut menyampaikan dukungannya saat bertemu Pimpinan BAZNAS di Kantor PBNU pada Selasa (23/2).

"PBNU berkomitmen mendukung program-program yang disinergikan. Ini terobosan sangat baik. Kami sangat mendukung program-program yang dilaksanakan dan terpenting untuk kepentingan memberdayakan umat melalui zakat," terang Said.

"Dengan niat yang baik dan tulus ikhlas, saya yakin terutama karena kepercayaan masyarakat yang tinggi, orang yang menitipkan zakatnya ke BAZNAS dan mereka puas, mustahik tepat sasaran, maka BAZNAS akan semakin besar dan menjadi pilihan utama bagi orang untuk berzakat," lanjutnya.

BaznasBaznas Foto: Baznas

Sambutan positif juga disampaikan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. Ia menyampaikan program ini akan menunjukkan sinergi melalui implementasi dalam berbagai bentuk. Di antaranya program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan usaha kecil, bantuan untuk para mubalig, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), bantuan beasiswa, dan kesehatan untuk dhuafa.

"Terobosan sangat bagus dan kami sangat mengapresiasi. Kerja sama penyaluran pilihan yang tepat, karena BAZNAS punya jaringan, sehingga nanti tidak ada kesan BAZNAS tidak bersinergi. Sesuatu yang sangat kami dukung dan mudah-mudahan awal yang sangat baik bagi kita untuk bisa memberdayakan umat melalui zakat," pungkas Abdul.

Sebagai informasi, BAZNAS saat ini dinakhodai oleh 11 pimpinan periode 2020-2025, yakni diketuai Noor Achmad dan Mokhammad Makhdum sebagai wakilnya. Selain itu pada jajaran pimpinan lainnya terdapat sejumlah nama seperti Muhammad Nadratuzzaman Hosen, Zainulbahar Noor Saidah Sakwan, Rizaludin Kurniawan, Nur Chamdani, Achmad Sudrajat, Kamarudin Amin, Suminto, dan Muhammad Hudori.

BAZNAS tak hanya mengampanyekan Gerakan Cinta Zakat, tetapi juga berusaha untuk terus menghadirkan berbagai inovasi dalam strategi penghimpunan, penyaluran, pengendalian dan pelaporan sehingga pengelolaan zakat dapat efektif dan efisien.

Adapun dalam pengelolaan zakat, BAZNAS mengedepankan transparansi, menjalankan prinsip-prinsip akuntabilitas sesuai perundangan yang berlaku, dan diaudit oleh kantor akuntan publik yang independen. Selain mengacu pada perundangan, BAZNAS juga menguatkan asas kepatuhan syariah pada seluruh pengelola zakat di Indonesia sehingga pengelolaan zakat dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai informasi, BAZNAS juga memberikan layanan konsultasi layanan zakat melalui nomor berikut 0878-7737-3555.



Simak Video "Baznas DKI Serahkan Bilik Desinfektan ke Pemprov"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)