Bareskrim Gelar Perkara Kasus 3 Polisi Tembak Laskar FPI Pekan Depan

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 15:17 WIB
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Bareskrim Polri mulai menyelidiki dugaan pembunuhan yang terjadi di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat orang laskar Front Pembela Islam (FPI). Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara pekan depan.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan pihaknya sudah mendapatkan bukti permulaan terhadap 3 anggota Polda Metro Jaya yang diduga melakukan penganiayaan dan pembunuhan terhadap 4 laskar FPI. Pekan depan pihaknya berencana menggelar gelar perkara.

"Ini masih dalam konteks penyelidikan untuk mengumpulkan bukti permulaan. Kita sudah dapat bukti permulaan, tinggal menyusun, melengkapi, minggu depan kami gelar naik sidik," ujar Andi saat dihubungi, Jumat (5/3/2021).

Sebelumnya, dugaan pembunuhan yang terjadi di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat orang laskar Front Pembela Islam (FPI) mulai diselidiki Bareskrim Polri. Total ada tiga anggota Polda Metro Jaya yang dilaporkan berkaitan dengan hal itu.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyebutkan laporan polisi atau LP berkaitan dengan hal itu sudah diterbitkan pekan lalu. Sebab, dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek Km 50, empat dari enam laskar FPI masih hidup ketika dibawa dengan menggunakan mobil petugas kepolisian sebelum akhirnya dinyatakan tewas.

Untuk itu, Bareskrim Polri kini menyelidiki dugaan keterlibatan tiga anggota Polda Metro Jaya tersebut. Brigjen Andi mengatakan penyelidikan kasus itu didasari dugaan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian.

"(Dasar penyelidikan) Pasal 351 ayat (3) dan Pasal 338 (KUHP). Tentang pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan mati," ujar Andi.

Status tiga anggota Polda Metro Jaya yang diduga menganiaya-membunuh 4 laskar FPI adalah terlapor. Tiga anggota Polda Metro Jaya ini untuk sementara waktu tidak menjalankan tugas terlebih dulu. Hal itu disebabkan masih berjalannya pemeriksaan.

(run/gbr)