Dubes Tantowi: Tak Ada Korban Gempa M 8,1 di Selandia Baru, WNI Aman

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 13:32 WIB
Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya
Tantowi Yahya (Reno Hastukrisnapati Widarto/detikfoto)
Jakarta -

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya, mengatakan tak ada informasi soal korban akibat gempa bermagnitudo 8,1 di Selandia Baru. Dia juga mengatakan warga negara Indonesia (WNI) di Selandia Baru aman.

"Sampai saat ini tidak ada korban. Seluruh masyarakat dan warga kita aman," kata Tantowi saat dimintai konfirmasi, Jumat (5/3/2021).

Tantowi mengatakan gempa M 8,1 itu terjadi di wilayah Kermadec Islands pada pukul 09.49 waktu setempat. Dia mengatakan pemerintah Selandia Baru memerintahkan warga di lokasi gempa dan yang berpotensi tsunami untuk mengevakuasi diri.

"Masyarakat yang berada di pusat gempa dan sekitarnya dan di tempat-tempat di mana tsunami berpotensi terjadi dievakuasi dan tsunami warning diberlakukan," ucap Tantowi.

Dia menyebut KBRI terus berkomunikasi dengan para ketua kelompok WNI di Selandia Baru. Dia mengatakan WNI di Selandia Baru tersebar di berbagai daerah.

"KBRI terus melakukan monitoring dan berkomunikasi melalui para ketua kelompok warga yang tersebar di banyak daerah di Selandia Baru," tuturnya.

Sebelumnya, puluhan ribu penduduk pesisir di Selandia Baru, Kaledonia Baru, dan Vanuatu melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi ketika rentetan gempa bumi kuat memicu peringatan tsunami di seluruh Pasifik. Sirene peringatan terdengar.

Dilansir dari AFP, Jumat (5/3), sirene peringatan terdengar di seluruh Noumea ketika pihak berwenang memerintahkan evakuasi di tengah kekhawatiran gelombang setinggi 3 meter menuju ke wilayah itu.

"Orang-orang harus meninggalkan daerah pantai dan menghentikan semua aktivitas air, dan tidak boleh menjemput anak-anak mereka di sekolah untuk menghindari kemacetan lalu lintas," kata juru bicara layanan darurat Alexandre Rosignol kepada radio publik.

Di Selandia Baru, masyarakat di sepanjang bentangan Pulau Utara diperingatkan untuk melarikan diri saat sirene peringatan tsunami meraung setelah gempa berkekuatan M 8,1 yang diikuti gempa sebelumnya di wilayah yang sama berkekuatan M 7,4 dan M 7,3.

"Jangan tinggal di rumah," kata Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA).

NEMA juga mengumumkan level ancaman tsunami telah diturunkan karena gelombang-gelombang terbesar telah lewat. Video-video yang diunggah ke internet menunjukkan gelombang besar menerjang area seperti Teluk Tokomaru di Pantai Timur Selandia Baru.

"Oleh karena itu, level ancaman kini diturunkan menjadi ancaman pantai dan laut untuk semua wilayah yang sebelumnya ada di bawah ancaman darat dan laut. Semua orang yang dievakuasi sekarang bisa kembali," demikian pernyataan terbaru dari NEMA.

(haf/imk)