Makam Herman di Balikpapan Digali, Jenazahnya Diautopsi

Antaranews - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 03:36 WIB
The death of a deaf man who was shot after a North Carolina Highway Patrol officer tried to pull him over for speeding is being investigated (AFP Photo/Joshua Lott)
Ilustrasi (Foto: AFP Photo/Joshua Lott)
Jakarta -

Makam Herman, yang diduga dianiaya oleh oknum polisi di Balikpapan, Kalimantan Timur, digali untuk selanjutnya jenazah diautopsi. Tindakan ini untuk memastikan penyebab kematian korban.

"Ini untuk memenuhi alur penyelidikan dan memastikan sebab-sebab meninggalnya korban," kata Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Kalimantan Timur, AKBP Roni Faisal, yang memimpin proses penggalian dan otopsi, seperti dilansir Antara (5/3/2021).

Otopsi berlangsung di makam sekitar lima jam pada Kamis (4/3). Sejumlah dokter forensik dari Mabes Polri, dan Polda Kalimantan Timur turun tangan dengan kapalan tersesat.

Menurut Faisal, kasus Herman yang tewas saat dalam pemeriksaan kasus pencurian handphone di Polresta Balikpapan awal Desember lalu itu sudah diambil-alih dan ditangani Direktorat Kriminal Umum Polda Kalimantan Timur. Untuk itulah otopsi itu dilakukan sebagai bagian dari prosedur pengumpulan bukti-bukti.

"Kami juga masih kumpulkan keterangan dari saksi-saksi," kata dia.

Diketahui, Herman, yang merupakan tahanan Polresta Balikpapan, meninggal dengan luka di sekujur tubuh setelah ditangkap anggota Polresta Balikpapan. Keluarga Herman pun melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kalimantan Timur (Kaltim).


Sampai saat ini Direktorat Profesi dan Pengamanan Polda Kalimantan Timur sudah menahan enam anggota Polresta Balikpapan yang terlibat dalam penanganan kasus Herman. Mereka sudah pula dibebastugaskan dari tugasnya sebagai polisi.


"Kita sudah mendapatkan saksi 7 orang dan kemudian kita melakukan juga keterangan tersangka. Ada enam (anggota Polresta Balikpapan). Jadi tersangka ini kita kenakan pidana dan kode etik. Anggota kepolisian yang melakukan penganiayaan mengakibatkan (Herman) meninggal tersangka pencurian dengan pemberatan ini kita kenai pidana dan kode etik," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (9/2/2021).

Simak juga 'Polri soal 6 Polisi Aniaya Herman Hingga Tewas: Karena Hilang Kontrol':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)