Demo di Plaza 89
Anggota DPR Dicueki Massa Papua
Senin, 27 Feb 2006 14:59 WIB
Jakarta - Maksud hati ingin menenangkan ratusan mahasiswa Papua yang berunjuk rasa di Plaza 89, Jakarta. Namun, kedatangan anggota DPR asal Papua, Inya By, ini malah tidak dianggap oleh para demonstran. Anggota DPR itu pun meninggalkan massa dengan tangan hampa. Inya By, anggota DPR dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (FPBD) yang juga anggota Komisi XI DPR RI , tiba di halaman Plaza 89, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (27/2/2006). Dia yang mengenakan baju batik itu langsung menemui massa yang saat itu tengah berorasi. Lewat pengeras suara yang dibawa massa, pria asli Papua ini meminta massa untuk bertindak tenang dan tidak terpancing isu. "Kami dengan DPD sudah sepakat untuk menyurati Presiden," kata Inya di depan massa. Tapi, massa yang sebelumnya mendengarkan omongan Inya, langsung gaduh saat itu. Salah seorang dari mereka berteriak, "Terserah, mereka bertindak. Yang penting, kami mau menutup Freeport." Teriakan ini langsung disambut gegap gempita oleh teman-temannya. Setelah disambut massa dengan hal yang kurang menyenangkan itu, Inya By pun langsung meninggalkan massa. Kepada wartawan, Inya By mengaku DPR sudah meminta kontrak kerja Freeport dengan pemerintah ditinjau kembali. Menurut dia, kontrak kerja itu harus diketahui oleh seluruh masyarakat, khususnya Papua. "Saya sendiri sebagai anggota DPR tidak tahu isi kontrak karya itu," kata dia sebelum meninggalkan Gedung Plaza 89. Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani sempat mendatangi Plaza 89 sekitar 1 jam. Namun, dia tidak berbicara kepada massa dan hanya menemui para anak buahnya yang menjaga ketat Plaza 89 itu. Kapolda memberikan dukungan penuh kepada aparat yang mengamankan gedung itu. Hingga pukul 14.40 WIB, pengamanan di Plaza 89 masih tampak ketat. Aparat Brimob yang diturunkan ke lokasi tampak terus bersiaga dengan tameng-tameng mereka. Mobil water canon juga masih disiagakan di lokasi. Massa demonstran sendiri tetap melakukan orasi di halaman gedung. Sebelumnya, seorang demonstran tiba-tiba jatuh sakit di lokasi. Lantas, demonstran yang belum diketahui namanya itu dilarikan ke RS. Belum diketahui secara pasti apakah pria yang berumur sekitar 25 tahun itu sakit akibat dorong-dorongan dengan polisi atau kelelahan.
(asy/)











































