Polda Metro-Kementerian ATR Bentuk Satgas Gabungan Berantas Mafia Tanah

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 23:21 WIB
Gedung Polda Metro Jaya
Foto: Gedung Polda Metro Jaya (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan (ART/BPN) telah menggelar rapat koordinasi terkait kasus mafia tanah. Dalam rapat koordinasi tersebut, Polda Metro dan Kementerian ATR membahas segala hal, termasuk membentuk satgas gabungan dalam upaya percepatan penanganan kasus mafia tanah.

"Yang pasti kita membentuk satgas bersama. Sebenarnya MoU sudah ada, sekarang kita bentuk satgas bersama supaya prosesnya bisa lebih cepat," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi detikcom, Kamis (4/3/2021).

Tubagus mengatakan kasus mafia tanah tergolong kasus kompleks. Hal itu lantaran dalam praktiknya melibatkan sejumlah institusi.

Oleh karena itu, Tubagus mengatakan satgas gabungan tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan kasus mafia tanah yang tengah diusut kepolisian.

"Jadi kita bentuk satgas bersama barengan dalam rangka penanganan mafia tanah karena penanganan mafia tanah itu menyangkut semuanya. Ada menyangkut BPN, menyangkut kepada polisi, menyangkut kepada kejaksaan, terus notaris dan lain sebagainya. Makanya kita gabungan supaya koordinasi bisa menjadi jauh lebih mudah gitu," papar Tubagus.

Rapat koordinasi (rakor) antara Polda Metro Jaya dan Kementerian ART/BPN digelar pada Rabu (3/3). Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam pembukaan rakor tersebut menyampaikan agenda tersebut untuk meningkatkan kolaborasi yang telah terjalin selama ini dalam penanganan kasus mafia tanah.

Dalam rapat koordinasi tersebut diikuti oleh seluruh jajaran reserse Polda Metro Jaya yang membidangi fungsi penyidikan di Unit Harta dan Benda (Harda). Fadil memastikan rapat koordinasi juga menjadi bentuk komitmen pihaknya dalam membela para warga pemilik tanah yang sah yang masih kerap dirugikan mafia tanah.

"Kami ingin membela pemilik tanah yang sah. Setelah rakor ini satgas akan bekerja berdasarkan target-target hasil rapat koordinasi ini untuk bisa kita tuntaskan bersama," terang Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/3).

(ygs/mea)