Bunuh Putrinya, Ayah Bunuh Diri
Senin, 27 Feb 2006 14:38 WIB
Jakarta - Keji, biadab dan tidak berperikemanusian. Entah kata apalagi yang bisa menggambarkan perbuatan kejam seorang ayah ini. Pria berusia 57 tahun ini tega membunuh putrinya sendiri yang baru saja menikah. Duh!Kasus kejahatan ini terjadi di Inggris. Manusia biadab itu bernama Terry Rodgers. Sayangnya, pengadilan tidak akan pernah bisa memberi ganjaran hukuman kepada pria Inggris tersebut atas perbuatan setannya.Kenapa? Pria tua itu memilih bunuh diri! Dia mengakhiri hidupnya hanya delapan hari sebelum kasusnya disidangkan di pengadilan. Keluarganya, terlebih lagi istrinya, Anne sangat marah mendengar kematian pembunuh itu."Kalau saya bisa mendekati dia, saya pasti sudah bunuh dia," cetus Anne seperti dilansir harian Inggris, The Sun, Senin (27/2/2006)."Dia binatang. Dia tidak pantas untuk hidup. Ayah macam apa yang menembak putrinya sendiri," seru perempuan berusia 52 tahun itu.Rodgers dan Anne telah menikah selama 29 tahun. Perkawinan mereka diwarnai sikap kejam Rodgers terhadap Anne dan anak perempuan mereka, Chanel. Selama bertahun-tahun Anne berusaha bersabar sampai akhirnya dia tidak tahan dan mengusir suaminya itu dari rumah. Diusir begitu, Rodgers marah besar."Dia menjahati semua orang. Dia telah mengambil jalan keluar yang pengecut dan saya harap dia terbakar di neraka. Tapi itu pun masih terlalu baik untuknya," ujar Anne ketus.Chanel ditembak hingga tewas oleh ayahnya pada Juli 2004. Hanya beberapa pekan setelah Rodgers diundang Chanel datang ke pesta pernikahan perempuan berusia 23 tahun itu. Meski sejak kecil sering dikasari oleh Rodgers, namun Chanel tetap menyayangi ayahnya.Karena itulah ketika ayahnya diusir oleh ibunya, Chanel justru menampung pria bengis itu di rumah yang ditinggalinya bersama sang suami. Tapi keputusan itu berujung maut. Chanel yang masih muda itu tewas di tangan ayahnya sendiri.Menurut Anne, perbuatan Rodgers diakibatkan oleh kebenciannya terhadap kaum perempuan. "Bagi dia, semua perempuan adalah budak untuk mendapatkan apa saja yang diinginkan dia dari mereka," kata Anne."Waktu saya dengar Chanel meninggal, saya langsung tahu bahwa itu perbuatan dia (Rodgers). Saya bilang ke polisi, 'Kalau Anda sudah menangkapnya, tembak dia!" seru Anne.Namun rupanya polisi pun tak perlu repot-repot. Rodgers terlalu pengecut untuk menghadapi persidangan. Dia pun mengakhiri hidupnya.
(ita/)











































