Sulsel Diduga Punya 20 Titik Harta Karun Bawah Laut Sisa Abad 17-PD II

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 18:40 WIB
Temuan gelondongan kayu di Situs Sangkulu-Kulu (Dok  BPCB Makassar)
Temuan gelondongan kayu di Situs Sangkulu-Kulu (Dok BPCB Makassar)
Makassar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan bidang usaha pengangkatan benda berharga muatan kapal yang tenggelam terbuka untuk investasi asing. Khusus di perairan Sulawesi Selatan, harta karun bawah laut ini berada di sekitar 20 titik.

"Berdasarkan datanya ada sekitar 20 lokasi. Kalau berbicara terkait potensinya, sebenarnya mulai dari zaman kerajaan hingga perang dunia kedua. Zaman kerajaan itu mulai dari abad 17," kata Pokja Bawah Air BPCB Sulsel Abdullah saat berbincang dengan detikcom, Kamis (4/3/2021).

Berdasarkan survei awal, khusus untuk muatan kapal yang tenggelam terdiri dari keramik dan mata uang. Meski begitu, hingga saat ini belum ada penemuan emas di dalam muatan kapal tenggelam sejauh ini. Abdullah mengatakan sejauh ini, pihaknya mengalami kesulitan mengawasi para pemburu harta di beberapa lokasi tempat di Sulsel.

Lokasi harta muatan kapal tenggelam ini juga tersebar mulai dari sekitar Laut Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan. "Karena lokasinya jadi susah diawasi kasus pengangkatan secara illegal ini masih sering terjadi. Yang pernah ditemukan itu hasil survei ada keramik, ada koin," ujarnya.

Untuk lokasi detail harta karun itu, Abdullah menegaskan pihaknya masih merahasiakannya. Hal ini untuk mencegah banyaknya pemburu harta karun yang berdatangan serta dapat merusak situs yang dianggap memiliki banyak pengetahuan untuk diteliti.

Pada kesempatan itu, Abdullah mengatakan perburuan muatan kapal tenggelam memiliki efek pada sumber ilmu pengetahuan, khususnya di bidang arkeologi bawah laut.

"Ini harus ditanamkan ke masyarakat soal ada sumber ilmu pengetahuan di sana, agar masyarakat juga dapat turut menjaga ini. Ketika diangkat, mungkin nilai ekonomi yang bisa didapatkan hanya sesaat, kalau kita kembangkan ke depannya bisa untuk obyek wisata, saya kira manfaatnya lebih besar ke masyarakat," tegas dia.

Abdullah mencontohkan penemuan yang dianggap paling terkenal, yakni kapal dagang yang karam di Laut Selayar. Berdasarkan survei awal, ditemukan peninggalan harta yang berada di dasar laut.

"Rata-rata peninggalannya keramik China dan koin China. Itu pernah dilakukan pengangkatan," sebut dia.

Tonton juga Video: My Trip My Adventure: Eksotisnya Bawah Laut Tanjung Gurita Sulteng

[Gambas:Video 20detik]



(isa/idh)