Terapkan Kurikulum Kampus Merdeka, UMN Dorong Kemandirian Mahasiswa

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 16:44 WIB
UMN
Foto: UMN
Jakarta -

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sosialisasi program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini dilaksanakan pada Februari 2021 untuk seluruh dosen dan pada minggu pertama Maret 2021 secara bergantian kepada seluruh mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik UMN Friska Natalia mengungkap, penerapan ini sejalan dengan misi UMN. Yaitu mendorong seluruh mahasiswa UMN untuk dapat menguasai berbagai keilmuan yang berguna kala memasuki dunia kerja.

Friska menjelaskan, pada dasarnya MBKM dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus. Untuk itu, lanjutnya, mahasiswa diberi keleluasaan untuk memilih kegiatan MBKM yang mereka inginkan.

Adapun ia menjelaskan kebijakan ini lahir dari visi misi Presiden Joko Widodo yang akan menciptakan Sumber Daya Manusia unggu dalam upaya mendapatkan generasi masa depan yang berkualitas.

Friska menyampaikan, program kurikulum MBKM ini akan diterapkan di seluruh program studi yang ada di UMN.

"Universitas Multimedia Nusantara sangat mendukung program pemerintah yang sangat baik ini dan akan diterapkan mulai dari semester ganjil 2021/2022," ungkap Friska dalam keterangan tertulis, Kamis (4/3/2021).

Lebih lanjut, Friska membahas bahwa sebelumnya kampus hanya menjadi tempat untuk belajar mahasiswa secara tatap muka langsung dengan dosen sebagai pengajar. Dosen menjadi sumber utama bagi mahasiswa mendapat pembelajaran.

Oleh karena itu, Ia menilai adanya Kampus Merdek merupakan bentuk kemerdekaan mahasiswa dalam belajar. Sebab mahasiswa tak lagi dibatasi harus di depan kelas yang sudah diagendakan bersama dosen. Dengan adanya program ini, Friska berharap mahasiswa akan bisa mandiri dalam menyelesaikan berbagai upaya pemecahan masalah nyata.

"Di program MBKM ini, kampus akan memfasilitasi kebebasan belajar mahasiswa dengan memberikan kebebasan untuk mengambil SKS di luar program studi mahasiswa tersebut dan kebebasan melaksanakan aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi. Program ini juga telah didesain untuk tetap memenuhi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang telah ditetapkan oleh setiap Program Studi, tetapi dengan bentuk pembelajaran yang berbeda ," lanjut Friska.

Ia pun merinci implememtei MBKMUMN yang terbagi dalam beberapa program, yaitu program magang, program kewirausahaan, program pertukaran pelajar, program penelitian, proyek independen, dan proyek desa Friska menambahkan, sebagian besar program ini sudah diimplementasikan oleh UMN sebelumnya, sehingga infrastruktur pendukung telah siap untuk digunakan. Seperti pada program kewirausahaan, sehingga UMN sudah memiliki Skystar Ventures sebagai program inkubator bisnis mahasiswa.

Selain itu Friska pun menjelaskan program magang juga sudah difasilitasi melalui Career Development Center (CDC) UMN yang berjejaring dengan perusahaan untuk selalu memberikan info. Baik itu lowongan magang, lowongan kerja, hingga menyelenggarakan job fair bagi mahasiswa UMN. Program pertukaran pelajar yang didukung oleh Global Office baik dengan Universitas dalam maupun luar negeri.

Friska berharap, kebebasan belajar yang diberikan untuk melaksanakan kegiatan belajar di luar prodi bisa dimanfaatkan oleh setiap mahasiswa. Khususnya gunamengembangkan kapabilitas dir, baik di bidang soft skills maupun hard skills. Ia pun berharap agar program ini dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa UMN untuk memperoleh kompetensi tambahan di luar capaian pembelajaran yang telah ditetapkan oleh setiap program studi sehingga dapat menjadi bekal untuk masuk di dunia kerja setelah lulus dari UMN.

"Pada akhirnya, selaras dengan visi dan misi pemerintah RI mengenai program MBKM, penerapan program ini di UMN diharapkan bisa menciptakan lulusan-lulusan UMN yang unggul dan berkualitas, yang menguasai berbagai keilmuan yang berguna di dunia kerja, atau untuk melanjutkan studi, dan tetap belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat," tutup Friska.

(ads/ads)