Narkoba Disinyalir Masuki Ponpes

Narkoba Disinyalir Masuki Ponpes

- detikNews
Senin, 27 Feb 2006 14:09 WIB
Jakarta - Pengguna narkoba ternyata tidak sebatas masyarakat umum. Santri-santri di pondok pesantren (ponpes) disinyalir juga menggunakan zat adiktif ini untuk fly."Memang ada sinyalemen di pesantren, ada yang pakai narkoba," ungkap Ketua Pelaksana Harian BNN Komjen Pol Made Mangku Pastika usai membuka konferensi internasional tentang narkoba di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (27/2/2006).Beberapa orang di lingkungan dalam pesantren, tutur Pastika, ada yang pernah mengatakan hal itu. "Tapi fakta di lapangan memang belum pernah ada orang pesantren yang ditangkap," katanya.Di tempat yang sama, salah satu Ketua PBNU Rozy Munir mengatakan, ada beberapa orang di pesantren yang mengerti betul bagaimana cara-cara fly. Hal itu yang kemudian memancing kecurigaan, tapi bukti konkret penggunaannya masih belum ditemukan."Pernah ada selentingan anak pesantren yang pakai narkotika. Kalau sampai ketahuan, pasti pengurus pesantren langsung bertindak menyadarkan," katanya.Diakui Rozy, ada juga anak pesanten yang tahu benar penggunaan narkotika. Karena itu pesantren NU telah memiliki lebih dari 10 ribu jaringan dengan masyarakat dalam upaya menangkal narkoba. Selain itu juga dilakukan pemantapan di lingkungan ponpes. Sebab pesantren bukan hanya memberikan kurikulum agama tapi juga memberikan pendidikan mental, spiritual dan jasmani.Saat ini PBNU melakukan 12 kegiatan aksi penanganan narkoba yang didukung Colombo Plan. Antara lain membuat pusat informasi narkoba. "Ke depannya kita akan buat juga pusat rehabilitasi narkoba, tapi saat ini yang lebih penting adalah sosialisasi pada masyarakat," katanya.Mengenai peran pesantren dalam memberantas narkoba sangat didukung Menko Kesra Aburizal Bakrie. Dalam sambutannya Ical mengatakan, pesantren akan memiliki peran yang efektif dalam memberantas narkoba. Sebab pesantren bukan sekedar sekolah yang mengajarkan pendidikan agama tapi juga moral."Pesantren bisa memberikan kontribusi dalam penanganan narkoba. Dalam arti pengurangan penyalahgunaan obat-obat terlarang. Tapi ini juga harus dibarengi atau didukung pihak lain, dan tidak berjalan sendiri," paparnya. (umi/)


Berita Terkait