Raysha Kemal Gani Gelar Pameran Lukisan, Hasil Penjualan untuk Amal

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 16:15 WIB
Pameran Lukisan Karya Raysha Kemal Gani
Pameran Lukisan Karya Raysha Kemal Gani Foto: dok pri/ist
Jakarta -

Lebih dari 20 lukisan hasil karya remaja berkebutuhan khusus bernama Raysha Dinar Kemal Gani dipamerkan di Art Gallery Fairmont Hotel Jakarta. Pameran ini digelar dalam rangka memperingati World Autism Day awal bulan April mendatang. Hasil penjualan lukisan ini akan dipergunakan untuk amal.

Launching pameran lukisan karya Raysha yang bertemakan 'Dare to Dream, Dare to shine and Dare to Share' ini digelar di Sunrise Art Galerry, Fairmont Jakarta, Kamis (4/3/2021).

"Sekarang ada 23 lukisan (yang dipamerkan) ada beberapa lagi yang dipasang setelah launching. Ini dalam rangka World Autism Day yang mana jatuh setiap tanggal 1 April," kata ibunda Rayhsa, Prita Kemal Gani saat ditemui di lokasi. Dia menyebut seluruh lukisan ini dibuat dalam waktu satu tahun.

Pameran Lukisan Karya Raysha Kemal GaniPameran Lukisan Karya Raysha Kemal Gani Foto: dok pri/ist

Prita menuturkan tema 'Dare to Dream, Dare to Shine and Dare to Share memiliki makna yang luas. Lewat tema ini, dia berharap anak-anak berkebutuhan khusus lainnya berani untuk bermimpi dan berkarya. Lebih dari itu, bahkan berbagi dengan sesama sebagai mahluk sosial.

"Dare to Dream, Dare to Shine, Dare to Share itu punya makna yang luas sekali. Raysha meskipun dia autistik dia sama seperti kita, punya perasaan, punya mimpi-mimpi, punya keinginan dan dia juga punya rasa senang kalau dipuji, diapresiasi. Dia juga manusia biasa seperti kita sebenarnya ingin membantu orang juga, ingin berbagi, maka itu tajuk yang terakhir adalah dare to share," tuturnya.

Pameran Lukisan Karya Raysha Kemal GaniSalah Satu Lukisan Karya Raysha Kemal Gani Foto: dok pri/ist

Nantinya, hasil penjualan lukisan Raysha itu akan disumbangkan sebagai salah satu bentuk kepedulian Raysha berbagi kepada masyarakat, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.

"Poin 1 dan 2 Raysha belum bisa, nah tapi bukan berarti poin ke 3 dia nggak bisa. Point ke 3 dia bisa berbagi membantu, dengan ini dia membuat lukisan, lukisannya dijual, hasil lukisannya untuk membiayai terapi anak-anak berkebutuhan khusus dari keluarga kurang sejahtera," ucap Prita, sosok yang juga Founder & CEO LSPR Communication and Business Institute ini.

Prita menyampaikan Raysha merupakan sosok anak yang senang berkegiatan di luar rumah. Semenjak pandemi COVID-19, aktivitas Raysha jadi lebih banyak di rumah, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melukis.

"Raysha melukis baru satu tahun ini, karena Raysha sebenarnya anak yang suka outdoor suka main trampolin, ice skating, kuda, terus berenang dengan dolphin. Tapi karena pandemi ini dan membuat kegiatan itu semua tidak bisa dilakukan sehingga kita harus berpikir bagaimana caranya supaya Raysha bisa berkegiatan di indoor, di dalam rumah atau di dalam kelas atau di ruang studio," tuturnya.

Pameran Lukisan Karya Raysha Kemal GaniPrita Kemal Gani saat diwawancarai di lokasi Foto: Kadek Melda/detikcom

"Mungkin lukisannya untuk sebagian orang bisa saja, tapi untuk orang dengan kendala seperti Raysha, kendala motorik, kendala sensorik, kendala kecemasan untuk menghasilkan lukisan seperti ini, sudah effort yang luar biasa," lanjutnya

Lebih lanjut, Prita mengatakan selain lukisan, Raysha juga membuat merchandise atau buah tangan yang dijual baik secara offline maupun online. Sampai saat ini penjualan merchandise itu sudah menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia dan paling banyak terjual di daerah Yogyakarta. Hasil penjualan merchandise juga akan disumbangkan untuk anak berkebutuhan khusus.

"(Selain lukisan) ada merchandise seperti handsanitizer, ada totebag ada t-shirt, ada masker ada pouch, banyak sekali yang dibuat Raysha. Dan juga ada di GI juga ada, di Shopee di Tokopedia, di LSPR Plaza ada semua, juga ada online. Onlinenya dari Papua juga ada yang pesan, dari Sulawesi, dari Kalimantan. Ada dari Manado, Yogya, banyak sekali," imbuhnya.

Pameran Lukisan Karya Raysha Kemal GaniPameran Lukisan Karya Raysha Kemal Gani Foto: dok pri/ist

Remaja berusia 17 tahun itu didiagnosa servere autism sejak berusia 2,5 tahun dengan infikasi adanya keterlambatan bicara dan berkembang. Kegiatan melukis yang dilakukan Raysha juga salah satu bentuk usaha terapi motorik Raysha dalam mewujudkan mimpi-mimpinya.

A Charity Art Exhibition di Sunrise Art Gallery, Fairmont Hotel Jakarta, terbuka untuk publik mulai 5 Maret hingga 4 April 2021 dengan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui sunriseartgallery.id@gmail.com atau telepon +622129039496. Acara ini ditujukan untuk membantu dan mendukung anak-anak autisme dari keluarga pra sejahtera, agar mendapatkan terapi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Pameran lukisan ini sekaligus dalam rangka mengajak masyarakat bersama-sama menerima dan membantu keberlangsungan hidup anak-anak autisme di sekitar kita.

Tonton juga Video: Pameran Lukisan 3 Dimensi Jakarta, Gelaran Seni Lukis yang Menghipnotis

[Gambas:Video 20detik]



(hri/hri)