50 Ekor Gajah Liar Masuk ke Perkampungan
Senin, 27 Feb 2006 14:01 WIB
Pekanbaru - Gajah liar di Kabupaten Bengkalis, Riau, masih meresahkan warga. Sekitar 50 ekor gajah liar masuk ke perkampungan penduduk. Akibatnya sekitar 10 rumah penduduk rusak diserang gajah. Gajah-gajah liar itu masuk ke Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, Riau, atau sekitar 150 km arah utara dari Pekanbaru. Gajah ini masuk ke perkampungan pada malam hari. "Kami sudah laporkan ke polisi soal gajah masuk ke perkampungan kami. Namun belum ada bantuan apa pun dari pemerintah setempat," ujar Kepala Desa Balai Raja Fauzi saat dihubungi detikcom, Senin (27/2/2006). Fauzi menceritakan, Minggu (26/2/2006) sekitar pukul 21.30 WIB, puluhan gajah yang terdiri gajah dewasa dan anak-anak merusak dua rumah penduduk RT 1 RT 2 Desa Balai Raja. Dua rumah permanen milik penduduk setempat rata dengan tanah. Dalam sepekan ini sudah 10 rumah penduduk hancur diserang gajah. "Masyarakat tak mampu menghalau banyaknya gajah liar yang masuk ke kampung kami. Sampai sekarang penduduk kami trauma,"ujar Kepala Desa. Selain merusakkan rumah penduduk, masih menurut Fauzi, lahan pertanian masyarakat setempat juga porak poranda. Begitu juga perkebunan karet dan sawit milik masyarakat, semuanya rata dengan tanah. "Kami tidak memiliki data lengkap berapa banyak lahan perkebunan kami yang rusak. Tapi yang jelas, di desa kami, semua perkebunan dan perladangan sudah rusak diserang gajah," katanya. Di tempat terpisah, Koordinator LSM Lingkungan Tropika, Harijal Jalil, kepada detikcom meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau segera menurunkan timnya ke lokasi rumah penduduk setempat. Ini diperlukan guna mengatasi terjadi konflik gajah dengan masyarakat setempat. "Kita berharap, BKSDA Provinsi Riau bisa tanggap dengan kondisi warga saat ini. Bila tidak segera diatasi, maka konflik antara manusia dan gajah bisa terus terjadi," kata Harijal.
(nrl/)











































