Ketua RW Cerita Dampak Positif Kampung Tangguh di Tambora Jakbar

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 13:07 WIB
Ketua RW 03 Yusri Abdullah
Ketua RW 03 Yusri Abdullah Foto: Karin/detikcom
Jakarta -

Kampung Tangguh JayaTambora saat ini sudah masuk zona hijau COVID-19. Padahal pertengahan Februari 2021 di wilayah Tambora masih ada 22 kasus positif COVID-19. Bagaimana upaya wilayah ini dalam menekan kasus COVID-19?

"Iya sudah zero per Jumat kemarin 26 Februari 2021. Kita sudah dapet data kalau RW 03 sudah zero case," ujar Ketua RW 03 Yusri Abdullah saat ditemui di Posko Kampung Tangguh Jaya Tambora, RT 05 RW 03, Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (3/3/2021).

Yusri mengatakan, wilayahnya berubah jadi zona hijau COVID-19 juga tak lepas dari peran Kampung Tangguh Jaya. Upaya Polri aktif melibatkan masyarakat sangat berdampak positif.

Ketua RW 03 Yusri AbdullahPosko Kampung Tangguh Foto: ist/detikcom

Yusri menceritakan awal kasus COVID-19 melanda wilayahnya. Maret 2020 hingga Agustus 2020 di RW 03 tidak ditemukan kasus positif COVID-19. Setelahnya, baru muncul beberapa kasus.

Pada Januari 2021 kasus COVID-19 di RW 03 tambora mulai meningkat. Menurutnya, ini disebabkan adanya libur panjang di akhir tahun sehingga memunculkan banyak kasus positif COVID-19 di wilayahnya di bulan berikutnya.

"Nah tanggal 19 Januari kembali meningkat menjadi 21 orang, itu kluster perkantoran yaitu kantor pajak yang ada di wilayah saya. Kemudian tanggal 22 Januari ada 5 orang, tanggal 29 Januari ada 3 orang, tanggal 5 Februari ada 1 orang, tanggal 12 Februari ada 1 orang, yang terakhir tanggal 17 Februari ada 22 orang," ungkapnya.

Yusri mengatakan kebanyakan kasus positif yang ada di wilayahnya merupakan kluster perkantoran dan bukan warga asli wilayah tersebut. Hanya ada beberapa orang saja warga asli RW 03 yang terpapar COVID-19. Untuk kluster keluarga sendiri, menurutnya saat itu hanya terdapat 4 orang yang terpapar COVID-19.

"Paling banyak kluster kantor kenapa, karena bukan warga kami yang benar-benar positif dia memakai alamat kantor. Seharusnya mereka pakai alamat yang ada di identitas, bukan alamat kantor. Ini yang jadi beban saya ke depannya, bukan warga kami yang kena tapi kluster perkantoran yang paling banyak terkena yang ada di wilayah saya," tegasnya.

Ketua RW 03 Yusri AbdullahPolisi dan stakeholder terkait gencar turun ke masyarakat Foto: ist/detikcom

Menurut Yusri peran Kampung Tangguh Jaya sangat terlihat ketika masuk ke wilayahnya. Setiap harinya polisi melibatkan stakeholder terkait seperti TNI hingga Satpol PP serta masyarakat melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19, salah satunya dengan menggencarkan pola hidup sehat dan selalu memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Bhabinkamtibmas Polri bersama Babinsa TNI dan Satpol PP juga aktif mengimbau masyarakat agar disiplin menjalankan protokol kesehatan. Pelaksanaan testing dan tracing COVID-19, pembagian masker gratis hingga program ketahanan pangan untuk membantu ekonomi warga juga rutin dilakukan.

Ketua RW 03 Yusri AbdullahProgram ketahanan pangan Foto: ist/detikcom

"Peran-perannya kita menggalakkan gerakan masker terus kita sosialisasi gerakan penanganan 5M ataupun 3T. Ya alhamdulillah masyarakat yang ada di RW 03 sudah mengerti dengan gerakan itu," lanjutnya.

Pemberian paket sembako, vitamin juga makanan untuk sehari-hari diberikan kepada mereka yang terpapar. Selain itu, ada juga pengecekan rutin dari pihak Puskesmas ke rumah warga yang terpapar COVID-19.

"Ada pengecekan dari Dinkes dari Puskesmas Kecamatan. Kita nggak sembarangan apakah itu (rumah warga untuk isolasi mandiri) layak atau tidak. Kalau memang rumahnya tidak layak, kita bikin surat rujukan untuk isolasi mandiri entah ke Wisma Atlet atau ke hotel. Tapi nanti yang menentukan isolasi di mana itu dari pihak kesehatan," jelas Yusri.

Yusri juga merasa adanya Kampung Tangguh ini sangat memberikan dampak positif bagi warganya dan membangun gotong royong kembali dengan seluruh elemen masyarakat.

"Iya sangat terbantu. Pas ada Kampung Tangguh ini menambah kebersamaan kita ke masyarakat, kita bisa galakkan kembali untuk memutus mata rantai. Adanya posko PPKM ini juga menambah kita semakin bersemangat untuk memutus mata rantai COVID-19," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran menggagas konsep kampung tangguh untuk menghadapi pandemi COVID-19 sejak berdinas sebagai Kapolda Jawa Timur. Kampung Tangguh Jaya memiliki konsep serupa dengan konsep PPKM mikro yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejak Fadil dilantik menjadi Kapolda Metro Jaya hingga saat ini, sudah berdiri lebih dari 900 Kampung Tangguh Jaya.

(hri/fjp)