Danny Pomanto Batalkan Rekrutmen Damkar Makassar, Pelamar Tuntut Ganti Rugi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 13:52 WIB
Foto viral di media sosial kerumunan pelamar kerja di Damkar Makassar (dok. Istimewa).
Foto viral di media sosial kerumunan pelamar kerja di Damkar Makassar (Foto: dok. Istimewa)
Makassar -

Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto membatalkan rekrutmen petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) karena ada indikasi pungutan liar (pungli) dalam prosesnya. Pelamar yang sudah mengikuti proses rekrutmen menuntut ganti rugi.

"Iya kita minta ganti rugi, karena itu uang susah (didapat) yang dijadikan (mengurus) berkas," kata salah satu pelamar rekrutmen Damkar Makassar, Ayu (26), kepada detikcom, Kamis (4/3/2021).

Ayu mengungkapkan menghabiskan uang Rp 230 ribu hanya untuk membayar biaya rapid test antigen saat mengikuti rekrutmen di kantor Damkar Makassar. Selanjutnya, Ayu juga menghabiskan uang Rp 10 ribu untuk formulir dan sekitar Rp 110 ribu untuk biaya mengurus berkas SKCK, surat kuning, dan seterusnya.

"Uang antigen saja yang Rp 230 ribu uang dipinjam, kasihan," kata Ayu.

Ayu mengaku sangat menyesalkan pembatalan rekrutmen ini. Dia menyebut pengumuman rekrutmen seharusnya tidak pernah dikeluarkan apabila pengelolaannya tidak matang.

"Kita dianggap lelucon," kata Ayu.

Ayu mengaku tak sendirian. Dia mengklaim sejumlah rekannya yang mengikuti proses rekrutmen ini juga menyesalkan hal yang sama.

"Kami semua merasa dirugikan, mulai rugi waktu dan rugi uang. Bahkan kami hampir baku hantam di Disnaker gara-gara urus kartu kuning karena pelayanannya di sana buruk sekali," tutur Ayu.

Sebelumnya, Danny menghentikan rekrutmen petugas Damkar yang sempat dibuka di akhir masa jabatan Pj Walkot Rudy Djamaluddin. Sebab, Danny menduga ada pungutan liar (pungli) dalam rekrutmen tersebut.

"Saya batalkan (rekrutmen petugas Damkar) karena itu tidak sesuai dengan aturan dan ada indikasi pungli," kata Danny Pomanto ketika dimintai konfirmasi, Rabu (3/3).

Danny lalu mengungkapkan temuan indikasi pungli mulai mewajibkan peserta membeli formulir pendaftaran hingga ada peserta yang diminta menyetor sejumlah uang agar lulus menjadi petugas Damkar Makassar.

"Ada jual formulir, terus ada orang transaksi. Kita butuh (Damkar), tapi suruh tenang saja kita akan bikin (rekrutmen) betulnya, jangan ada (pungli)," jelasnya.

Tonton juga Video: Kacau! Pelamar Kerja Berdesakan Abaikan Protokol Corona

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)