Dede Pernah Dikurung di Kandang Kambing
Senin, 27 Feb 2006 13:16 WIB
Jakarta - Dopi Septarandi memang ayah tiri yang kejam. Tidak hanya senang menganiaya Arjunandri (4) alias Dede, dia juga sering mengurung Dede di rumah dengan pintu digembok jika bepergian. Bahkan kandang kambing pun pernah menjadi tempat sekapan Dede.Ulah Dopi disampaikan Nasir Suwandi (35), tetangga korban yang juga adik pemilik kontrakan di Gang Openg Nomor 3, Jalan Dua Puluh Desember, RT 05 RW 03, Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat kepada detikcom, Senin (27/2/2006).Diakui Nasir, meski tergolong ramah dengan lingkungan, tidak banyak yang dia dan warga lainnya ketahui tentang keseharian keluarga muda itu di rumah. Sebab kedua orangtua Dede, Dopi dan Erni, tidak aktif di lingkungan."Mereka sering pergi dan kalau pergi pintu rumah sering digembok. Padahal ada anaknya di dalam," kata Nasir.Pernah suatu kali Dede menangis tak berhenti dan berteriak-teriak minta tolong. Namun warga tidak bisa berbuat apa-apa karena pintu rumahnya digembok. "Saat ditanya, dia mengaku kehausan dan minta minum," tutur Nasir.Sebagai tetangga dekat, Nasir sering kali mendengar tangisan bocah malang yang tewas akibat ulah ayah tirinya itu.Nasir bercerita, sekitar 1,5 bulan setelah tinggal dikontrakan milik kakaknya, Dede mengalami patah kaki. waktu itu Dopi sempat minta bantuannya. Saat ditanya kenapa kaki Dede bisa patah, Dopi mengaku karena kejepit.Tidak lama kemudian Dede dibawa ke rumah kakeknya di Indramayu. Saat kembali ke rumahnya, keluarga Nasir sering mendengar kelakuan Dopi yang tidak wajar terhadap Dede."Nggak tahu kenapa. Padahal si Dede itu anaknya sangat baik dengan lingkungan. Kalo pas papasan jalan dia selalu cium tangan. Memang sih dia pendiam, jarang bergaul," beber Nasir.Ulah Dopi terhadap Dede, tutur Nasir lagi, makin menjadi-jadi. Bahkan pernah suatu kali ia mendapati Dede sedang dikurung di kandang kambing yang ada di samping rumah kontrakannya.Dia juga sering mendapati luka-luka di tubuh Dede, entah karena sundutan rokok atau siraman air panas."Bahkan kejadian sebelum meninggal, dia dipukuli. Dia juga sempat disiram kopi panas dan ditinggal dengan rumah dikunci. Bapaknya jemput ibunya pulang kerja. Baru pukul 22.00 WIB mereka pulang. Begitu pintu dibuka, anaknya sudah kejang-kejang. Sebelumnya memang ada tangisan kenceng, tapi lama-lama pelan," papar Nasir.Diduga StresNasir menduga Dopi mengalami stres setelah keluar dari pekerjaannya di restoran cepat saji Hoka-hoka Bento.Sebab pernah saat warga sudah tidak tahan dengan tingkah lakunya dan mengancam akan melaporkan ke polisi, Dopi tidak takut. Dia malah menantang warga."Malah si Dopi jawab: 'Aduh asyik dong, bakal nongol di TV'. Saat itu saya jawab, lo bukan nongol di TV, tapi dipenjara," kata Nasir menceritakan kejadian beberapa bulan lalu.Sementara warga lain yang ditemui detikcom mengaku jarang melihat penghuni rumah. Sedangkan Mukmin, Ketua RT 05 mengaku, sebelumnya banyak warga yang mengadukan adanya kejanggalan di keluarga Dopi. Namun karena belum ada bukti, dia belum mengambil tindakan apa-apa."Tapi begitu kejadian Minggu dinihari, baru terlihat kejanggalan, terutama saat melihat jenazah korban yang mengalami luka di sekujur tubuh dan dahi biru-biru," katanya.Dia dan warga kemudian langsung lapor ke polisi. Dari hasil visum diketahui Dede memang mengalami penganiayaan. Dokter menemukan adanya luka lama dan luka baru di tubuh bocah seberat 10 kg itu.
(umi/)











































