323 Guru di Samarinda Divaksin Covid, Belajar Tatap Muka Senin Depan

Suriyatman - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 11:11 WIB
Vaksinasi sejumlah guru di Samarinda (Suriyatman/detikcom)
Foto: Vaksinasi sejumlah guru di Samarinda (Suriyatman/detikcom)
Samarinda -

Sejumlah guru di Samarinda, Kalimantan Timur, menjalani vaksinasi Corona (COVID-19) hari ini. Total guru yang divaksin sebanyak 323.

Vaksinasi dilakukan di Aula SMPN 4, Jalan Juanda, Samarinda, Kalimantan Timur. Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso meninjau langsung pelaksanaan suntik vaksinasi. Ia mengatakan guru yang divaksin hari ini berasal dari 14 sekolah yang berada di daerah pinggiran Kota Samarinda.

"Insya Allah Senin ini kita akan lakukan pembelajaran tatap muka di 14 sekolah tersebut sebagai program utama 100 hari kerja, semuanya sudah kita cek namun kita masih akan memastikan kembali dan melihat regulasi yang ditetapkan gugus tugas," kata Rusmadi.

Rusmadi mengakui penerapan belajar daring banyak menghadapi kendala. Di antaranya keterbatasan akses internet, tidak punya kuota internet, dan tidak mempunyai ponsel.

"Melalui program 100 hari kerja, kita akan tuntaskan semua apalagi melihat kondisi sekarang ini. Kami khawatir kalau terus seperti ini, akan terjadinya learning lost atau kondisi kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa," jelas Rusmadi.

"Melalui vaksin kepada para guru ini kita bisa memulai upaya untuk mengurangi learning lost. Terobosannya seperti ini sekolah akan melakukan tatap muka tetapi tetap protokol kesehatan," tegasnya.

Mantan Sekretaris Provinsi Kaltim ini juga menegaskan dengan dibukanya 14 sekolah sangat diharapkan oleh para siswa. Pemprov Kaltim dengan dinas kesehatan setempat akan meramu mekanisme sistem belajar tatap muka.

"Tahap awal seperti yang sudah dirancang Dinas Pendidikan Kota Samarinda pembukaan akan dimulai dari SMP, ketika dirasa aman, lanjut ke SD, dan tetap aman, maka ke TK, bertahap-bertahap," tegasnya.

Guru dari SMPN 42 Berambai, Darwan, pemberian vaksin merupakan jaminan bagi para guru untuk dapat mengajar kembali. Ia mengaku siap melaksanakan belajar tatap muka.

"Kami yakin dengan suntik vaksin ini kami merasa yakin sekolah siap melakukan tatap muka, yang memang sangat dirindukan para siswa, apalagi di sekolah kami yang semuanya mengalami keterbatasan," kata Darwan.

"Selain tidak ada sinyal karena berada di daerah-daerah perbukitan, para siswa juga tidak memiliki handphone karena mayoritas warganya adalah buruh tani, sehingga tidak bisa dipaksakan untuk membeli handphone ataupun membeli kuota internet," kata Darwan.

Simak juga 'Disdik Parepare Masih Timbang-timbang Rencana KBM Tatap Muka di Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)