Lansia Tertipu Hoax WA, Pakar Saran Info Vaksinasi Lewat RW

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 07:25 WIB
Para lansia antri untuk memperoleh vaksin COVID-19 di RSUD Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (23/2/2021). Antrian yang sempat viral pada Minggu (21/2) sudah tidak terlihat lagi. Beberapa lansia mengantre dengan ditemani oleh keluarga yang masih muda.
ilustrasi lansia di vaksinasi COVID-19 (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah lansia tertipu broadcast hoax terkait vaksinasi COVID-19 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta di Jalan Hang Jebat Raya, Jakarta. Pakar epidemiologi FKM Universitas Indonesia Pandu Riono menyarankan informasi soal vaksinasi lansia hanya melalui 1 pintu.

"Jadi semuanya dikoordinasi oleh RT/RW," ujar Pandu kepada detikcom, Rabu (3/3/2021).

"Jadi pokoknya jangan percaya sama informasi lain semuanya 1 (pintu) RW saja," lanjutnya.

Nantinya, ketua RW akan memberikan informasi kepada para lansia secara langsung terkait jadwal dan vaksinasi. Sehingga meminimalisir lansia yang tertipu broadcast hoax vaksinasi.

"Kalau ada yang tidak bisa datang di laporkan saja nanti akan didatangi secara khusus," jelas Pandu.

Untuk memudahkan lansia, tempat vaksinasi, menurut Pandu, juga bisa di setiap kelurahan. Pandu mengatakan vaksinasi lansia mesti terus digenjot demi memutus mata rantai virus Corona.

"Banyak orang tidak bertanggung jawab (mengirim broadcast hoax), tangkapin aja orang-orang begitu. Itu kan kasihan lansia karena begitu antusias (ikut vaksinasi)," lanjut Pandu.

Diketahui, antrean vaksinasi lansia di BBPK Jakarta di Jalan Hang Jebat Raya, Jakarta, viral. Para lansia itu tampak menunggu giliran untuk divaksinasi.

Antrean itu terjadi pada Selasa (2/3) dan kemarin (3/3). detikcom mengecek langsung ke lokasi. Per kemarin pagi, juga masih ada antrean tapi tidak sepanjang pada (2/3). Antrean lansia itu juga tidak lama, per pukul 11.20 WIB, para lansia yang sempat antre sudah masuk ke gedung BBPK untuk divaksinasi.

"Kejadian ini berawal dari penyebaran HOAKS broadcast via WA," demikian cuit akun Kemenkes, dilihat Rabu (3/3).

Secara terpisah, Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan dr Maxi Rein Rondonuwu menerangkan pihak Kemenkes sudah mengatur antrean. Dia menduga besarnya animo masyarakat, khususnya para lansia, untuk divaksinasi itu akibat beredarnya pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang menyebutkan lansia bisa divaksinasi hanya menunjukkan KTP serta pemilik KTP non-DKI bisa divaksinasi di BBPK.

"Kita sudah atur yang datang itu lansia yang sudah... tapi yaitu WA-nya itu semua bisa dilayani di situ, orang baca WA dia datang. WA beredar, saya nggak tau WA-nya itu apa namanya itu sudah dari berbagai penjuru orang WA beredar luas," papar Maxi.

"Padahal kita nggak pernah berikan publikasi keseluruhan, kita sudah atur dengan Dinkes untuk mengatur wilayah Puskesmas wilayah mana yang antreannya panjang bisa digeser ke situ, tapi orang kan animo tinggi orang pada datang," imbuhnya.

Simak video 'Heboh Antrean Vaksinasi Corona Lansia Gegara Broadcast Hoax di WA':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/aud)