Plt Gubernur Sulsel Ungkap Pesan Nurdin Abdullah Sebelum Di-OTT KPK

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 23:11 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengungkap pesan Nurdin Abdullah sebelum ditangkap KPK. Andi mengatakan Nurdin memintanya datang sebagai perwakilan di acara HUT Kabupaten Sinjai.

"Sebelum hari-H kami masih melakukan pelantikan bersama. Beliau melantik beberapa kepala daerah, terus malam sebelum pelantikan beliau titip pesan kepada saya. Beliau menyampaikan bahwa untuk tolong mewakili saya di HUT salah satu kabupaten di Sinjai," kata Andi dalam tayangan yang disiarkan langsung d'Rooftalk detikcom, Rabu (3/3/2021).

"Ketika selesai pelantikan, maka saya bergegas ke wilayah. Saya langsung menuju ke Sinjai, mendengarnya ada (penangkapan) waktu perjalanan ke lokasi," lanjut Andi.

Andi mengaku kaget mendengar kabar penangkapan terhadap Nurdin Abdullah. Bahkan hal itu masih dirasakannya setiap mengisi kegiatan saat ini.

"Syok sekal. Bahkan saya cerita pun masih syok, dan sampai kegiatan rutin masih kurang, ketika menghadiri acara dan pidato kurang concern," ucapnya.

Melanjutkan kerja Nurdin Abdullah, Andi langsung mengumpulkan seluruh jajaran pemprov untuk memberikan arahan agar program tetap berjalan. Andi pun meminta seluruh jajaran tetap menghargai proses hukum yang sedang dijalani Nurdin Abdullah.

"Langkah pertama ini adalah bagaimana mengumpulkan seluruh OPD kami, dan tentu memberikan arahan dan bahwa kami tetap bekerja, dan menghargai proses hukum yang terjadi. Kita ajak masyarakat dan bersama OPD untuk mendoakan beliau yang terbaik. Kami juga membahas beberapa hal yang jadi perhatian dalam pandemi," ujarnya.

Lantas bagaimana kelanjutan proyek yang menyeret Nurdin Abdullah? Begini penyataan Andi.

"Status proyek ini kan sebenarnya bertahap. Jadi pembangunannya bertahap. Semua infrastruktur di Sulsel kan kita bangunnya parsial ya. Ada yang berapa kilo (kilometer) dulu, tahun depannya berapa kilo lagi, tentu tergantung kemampuan keuangan kita," kata Andi.

"Jadi pada prinsipnya kita lihat tergantung pada kebutuhan masyarakat," imbuhnya.

(eva/zak)