Bareskrim Polri Mulai Selidiki Dugaan Unlawful Killing 4 Laskar FPI

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 22:50 WIB
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Dok Polri)
Foto: Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Dok Polri)
Jakarta -

Tiga personel Polda Metro Jaya dilaporkan terkait dugaan unlawful killing terhadap laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas dalam insiden 'Km 50'. Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengonfirmasi bahwa LP terkait dugaan unlawful killing terhadap laskar FPI tersebut sudah terbit.

"Sudah, LP-nya sudah. Lupa saya tanggalnya, minggu lalu. Iya (terlapor 3 orang)," ujar Andi saat dihubungi detikcom, Rabu (3/3/2021).

Andi mengatakan penyelidikan akan dilakukan terlebih dahulu untuk menemukan bukti permulaan. Pasalnya, dibutuhkan bukti permulaan sebelum bisa ditentukan naik ke tahap penyidikan.

"LP kan sudah dibuat, tentu jaksa menunggu. Kita lakukan penyelidikan dulu untuk temukan bukti permulaan. Kan permulaan dulu baru bisa ditentukan naik sidik (penyidikan)," tuturnya.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan dugaan unlawful killing ini bukan terhadap semua laskar FPI yang tewas dalam insiden Km 50, melainkan 4 laskar saja. Seperti diketahui, 4 laskar FPI sempat diamankan polisi sebelum akhirnya tewas di dalam mobil karena mencoba melawan petugas.

"Kalau di unlawful killing itu artinya adalah anggota Polri yang membawa 4 orang," tandasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara atau ekspose terkait kasus Km 50 yang menewaskan 6 laskar FPI, usai menerima barang bukti dari Komnas HAM. Begini hasil ekspose kasus Km 50.

"Hasil rapat koordinasi penyidik Bareskrim bersama Jampidum (Jaksa Agung Muda Pidana Umum) dan tim pada hari Selasa tanggal 2 Maret 2021, untuk kasus penyerangan terhadap anggota Polri oleh laskar FPI, berkas perkara segera dilimpahkan ke JPU untuk dilakukan penelitian," tutur Brigjen Andi Rian Djajadi.

Andi menjelaskan, untuk dugaan unlawful killing yang dilakukan oleh anggota Polri, penyidik sudah membuat laporan polisi (LP). Saat ini penyelidikan sudah berlangsung.

"Untuk dugaan unlawful killing, penyidik sudah membuat LP dan sedang dilakukan penyelidikan untuk mencari bukti permulaan," ungkapnya.

(zak/zak)