Mahasiswa Papua Terobos Polisi

Demo di Plaza 89

Mahasiswa Papua Terobos Polisi

- detikNews
Senin, 27 Feb 2006 12:32 WIB
Jakarta - Tenaga mereka sungguh kuat. Dengan badan-badan bongsor, para mahasiswa Papua itu berhasil menerobos barikade polisi yang menjaga ketat Plaza 89, tempat PT Freeport Indonesia (FI) berkantor. Kini, para mahasiswa Papua itu berhasil memasuki halaman Plaza 89.Para mahasiswa asal Papua ini tergabung dalam Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat. Jumlah mereka sekitar 200 orang. Mereka long march dan tiba di Plaza 89 sekitar pukul 11.45 WIB, Senin (27/2/2006). Para demonstran mengenakan topi ala Papua yang berhias bulu burung.Begitu datang, para mahasiswa Papua yang sebagian besar berbadan besar ini langsung menerobos barikade polisi yang berjaga di depan gerbang Plaza 89. Polisi yang berjaga di plaza tersebut sekitar 300 orang. Meski jumlahnya lebih kecil, namun para demonstran berhasil 'menaklukkan' polisi. Begitu berhasil menerobos barikade polisi, para demonstran langsung disemprot air oleh aparat yang mengendalikan mobil water canon. Sebelum para demonstran tiba, sebuah mobil water canon memang telah disiagakan di halaman Plaza 89 yang terletak di Jl. HR Rasuna Said, Jakarta ini.Namun, keributan antara massa dengan polisi tidak lama. Hingga pukul 12.00 WIB, suasana di Plaza 89 tetap terkendali. Meski disemprot air, para mahasiswa Papua ini tetap bertahan di halaman kiri Plaza 89. Mereka melakukan orasi-orasi dan menyampaikan tuntutan mereka.Dalam aksinya, massa membawa baliho berukuran 3x2 meter yang bertuliskan "Freeport-Rio Tinto Harus Ditutup". Dalam orasinya, mereka juga menuntut seluruh pasukan organik TNI/Polri segera ditarik dari Freeport. Mereka juga mengecam keras pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang malah memerintahkan penambahan personel TNI/Polri di Freeport-Rio Tinto.Demonstrasi mahasiswa Papua ini membuat lalu lintas kendaraan di jalur cepat di Jl. Rasuna Said menuju Menteng tersendat. Sementara jalur lambat ditutup polisi.Hingga saat ini, aktivitas di Plaza 89 tetap normal. Para karyawan berbagai perusahaan yang berkantor di plaza ini tetap masuk seperti biasa. Bahkan, banyak di antara mereka yang menonton aksi ini dari jendela lantai atas. Polisi kini berjaga-jaga agar massa dari Papua itu tidak masuk ke dalam gedung. (asy/)



Berita Terkait