Perusakan Rumah-Kantor Dinas Bupati Asmat Diduga Terkait Pilkada 2020

Wilpret Siagian - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 20:44 WIB
Sisa perusakan oleh massa di sejumlah titik di Asmat usai pelantikan bupati Asmat (dok Polda Papua)
Sisa perusakan oleh massa di sejumlah titik di Asmat seusai pelantikan Bupati Asmat. (Dok. Polda Papua)
Jayapura -

Sekelompok orang melakukan perusakan terhadap fasilitas kantor pemerintah Kabupaten Asmat, Papua. Perusakan dilakukan massa pasca-pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Asmat.

Warga yang dipimpin calon Wakil Bupati nomor urut 02, Bonifasius Jakfu, membuat keributan dengan merusak Kantor Bupati dan Kediaman Bupati Kabupaten Asmat karena menolak hasil Pilkada Asmat 2020.

"Saat acara pelantikan Virtual Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Asmat berlangsung yang dilaksanakan di Gedung Negara Jayapura, warga sempat melakukan orasi di Kantor KPU dan Bawaslu Kabupaten Asmat dengan aman karena dijaga aparat kepolisian," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan di Jayapura, Rabu (3/3/2021).

Namun, selesai pelantikan, lanjut Kamal, massa kemudian kembali ke Kantor Bupati Kabupaten Asmat dan langsung melakukan tindakan anarkis dengan merusak Gedung Aula Ja Asamanam Ap Camar.

Sisa perusakan oleh massa di sejumlah titik di Asmat usai pelantikan bupati Asmat (dok Polda Papua)Sebelas orang ditangkap dan dimintai keterangan terkait aksi perusakan ini. (Dok. Polda Papua)

"Anggota polisi yang berada di tempat kejadian langsung mengambil tindakan yang terukur dengan mengeluarkan tembakan peringatan dan berhasil memukul mundur massa," katanya.

Namun massa tidak berhenti di situ, massa kemudian lari menuju Kantor KPU Kabupaten Asmat dan kembali melakukan perusakan. Kemudian masyarakat yang berkumpul di sekretariat paslon nomor urut 02 di Jalan Bintang Laut mendengar situasi Kantor Bupati Kabupaten Asmat sudah dirusak.

Massa yang sudah siap dengan alat tajam, panah, tombak langsung menuju kediaman Bupati Asmat, Elisa Kambu, dan langsung melakukan perusakan.

"Bahkan personel yang melakukan pengamanan pada Pos Kediaman Bupati Asmat juga ikut diserang oleh massa yang dari sekretariat paslon nomor urut 02," jelas Kamal.

Selanjutnya, massa dari Kompleks Pelabuhan Lama Agats keluar dengan memegang alat tajam dan merusak ruko-ruko dan kios di sepanjang Jalan Yos Sudarso Agats dan melakukan penjarahan.

Kamal mengatakan, dalam kejadian tersebut, personel gabungan menangkap 11 orang dan saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik Reskrim Polres Asmat.

"Pasca-kejadian, situasi di Kabupaten Asmat relatif kondusif, namun personel gabungan TNI dan Polri terus melakukan patroli di seputaran Kota Agats untuk menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Hari ini, diketahui bahwa Bupati Asmat Elisa Kambu dan Wabup Thomas Safanpo dilantik bersama tiga bupati-wakil bupati lainnya, yakni bupati dan wabup Keerom, Merauke, serta Pegunungan Bintang.

Hal senada disampaikan Kapolres Asmat AKBP Danny Gumilar. Polres Asmat sedang mendalami perusakan dilakukan terkait hasil Pilkada 2020.

"Memang benar ada perusakan di sejumlah fasilitas milik pemda yang diduga dilakukan para pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati yang gagal dalam pilkada namun untuk memastikan masih dilakukan pendalaman," kata AKBP Danny seperti dilansir Antara, Rabu (3/3).

(jbr/jbr)