Nadiem Anjurkan Dana BOS 2021 Digunakan untuk Kebutuhan Sekolah Tatap Muka

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 19:26 WIB
Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (Foto: Instagram Nadiem Makarim)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkap perbedaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2021 dengan tahun sebelumnya. Nadiem menganjurkan agar dana BOS 2021 digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah tatap muka.

"Di tahun sebelumnya, kita mengubah beberapa hal, kita mentransfer dana BOS langsung, tidak lewat pemda dulu, langsung ke sekolah. Jadi orang tua di berbagai macam daerah tidak perlu talangi dulu biaya operasional sekolah. Di mana dulu setiap kali tertunda dana BOS, bayangkan orang tua itu, kepala sekolah harus meminjam uang orang tua untuk bisa mengoperasionalkan sekolah," kata Nadiem Makarim dalam dialog yang disiarkan YouTube FMB9I_IKP, Rabu (3/3/2021).

"Jadi di tahun 2020 kita melakukan transfer langsung yang dampaknya cukup luar biasa. Kita juga melakukan laporan BOS yang online sifatnya, dan kita juga memberikan fleksibilitas dana BOS untuk berbagai macam kebutuhan," jelas dia.

Pada 2021 ini, Nadiem menyebut dana BOS lebih majemuk. Setiap sekolah menerima dana BOS yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.

"Di tahun 2021 ini merupakan suatu hal yang membuat saya sangat bahagia, karena untuk pertama kalinya kita mengumpulkan BOS majemuk. Jadi sebelumnya, semua penghitungan BOS untuk setiap sekolah itu semuanya seragam, per anak kita berikan itu sama, di Jakarta, di Yogya, di Maluku, di Papua, sama. Sedangkan kita dengan melakukan itu, itu sangat tidak adil untuk teman-teman kita di daerah 3T, di daerah terluar dan tertinggal, di mana indeks kemahalan daripada semua kebutuhan mereka, mau mereka bangun gedung-kelas baru jauh lebih mahal di daerah, seperti misalnya Papua, Maluku," papar Nadiem.

"Kalau mereka mau beli barang, biaya kirim dari kota atau dari Jawa itu lebih mahal. Jadinya dana BOS ini sebelumnya tidak, belum sepenuhnya menjunjung tinggi sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nah, itu yang mau kita koreksi dengan adanya kebijakan BOS majemuk di tahun 2021," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2