Jawab Ketua DPRD, Wagub DKI: Penjualan Saham Bir Janji Kampanye Anies-Sandi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 18:24 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria memenuhi undangan klarifikasi terkait kerumunan acara Habib Rizieq Syihab di Petamburan. Riza mengaku kedatangannya tersebut sebagai bentuk kewajibannya sebagai warga negara. Riza tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.00 WIB.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai tidak ada pihak yang dirugikan jika saham bir di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) dijual. Bahkan keuntungan dari hasil penjualan bisa dialokasikan sebagai dana penanganan COVID-19.

"Terkait saham bir di Delta ini kan menjadi, sudah menjadi janji dari pada Anies-Sandi. Setiap pemimpin punya janji kampanye ketika dipilih, berarti yang terpilih kan harus memenuhi janjinya. Kemudian, masyarakat kan menagih janji, tugas kami memenuhi janji, Anies-Sandi memenuhi janjinya untuk menjual saham di PT Delta," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/3/2021).

"Tidak ada yang dirugikan. Provinsi tidak dirugikan, masyarakat tidak dirugikan, teman-teman DPRD juga tidak dirugikan. Jadi kalau itu dijual kepada publik, uangnya diterima kembali bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. Umpamanya untuk kepentingan COVID, umpamanya kepentingan pendidikan, kepentingan masyarakat umum, umpamanya untuk infrastruktur," imbuhnya.

Pemprov DKI Jakarta tetap berkomitmen merealisasi janji tersebut. Namun Riza menyadari upaya ini perlu restu dari DPRD DKI Jakarta.

Ke depannya, dia berencana duduk bersama Dewan untuk mendiskusikan penjualan saham bir Anker. Setelah itu, dia mempersilakan para Dewan untuk mengkaji wacana ini.

"Insyaallah nanti di DPRD nanti tentu akan dilakukan pengkajian. Apakah keinginan dari Pemprov, dari kami untuk menjual saham PT Delta dimungkinkan atau tidak, ya kita bisa diskusi. Kenapa Pemprov ingin menjual (jadi) punya alasan," jelasnya.

"Nanti teman-teman DPRD silakan dikaji, dipelajari, dibahas, perlu atau tidak dijual. Setelah dijual kan nanti ada pembahasan kira-kira uangnya mau dipakai buat apa yang lebih bermanfaat," sambungnya.

Politikus Gerindra ini berharap DKI segera melepas saham produsen Bir Anker ini. Dia optimistis diskusi ini bisa membuahkan hasil baik bagi kepentingan masyarakat.

"Sebenarnya saya saya yakin (jika) mendiskusikan ini akan ketemu titik temunya yang terbaik, tidak hanya terbaik untuk teman-teman DPRD dan Pemprov. Tapi yang paling penting adalah terbaik bagi kepentingan masyarakat Jakarta," tegasnya.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sebelumnya mempertanyakan alasan Pemprov DKI Jakarta bersikukuh menjual saham PT Delta Djakarta. Prasetio menilai semestinya tak jadi masalah mengingat Pemprov DKI tidak pernah menyuntikkan dana ke produsen bir Anker itu.

"Bukan masalah menguntungkan atau nggak, itu nggak ada salahnya. Kita tidak pernah menyuntik dana ke PT Delta. Ini ada apa? Ada apa dengan orang yang menggebu-gebu untuk menjual PT Delta? Itu pertanyaan saya," kata Prasetio Edi di gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (2/3).

Bahkan, Prasetio mengungkapkan, sejak awal, pemerintah pusat telah memberikan kewenangan pengelolaan PT Delta Djakarta kepada DKI Jakarta, tepatnya di era kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin. Kala itu pemerintah berusaha mengendalikan peredaran bir di tengah masyarakat.

Hingga saat ini, Pemprov DKI Jakarta masih menjadi pemegang saham di PT Delta Jakarta. Rencana penjualan saham tersebut sebelumnya disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penjualan saham itu juga menjadi salah satu janji kampanyenya. Anies menyebut alasan penjualan saham bir bukan soal untung-rugi.

Lihat juga Video: Pemprov DKI Bantah Tambah Saham di Bir Anker

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)