Diundang Tim UU ITE, Bintang Emon-Baiq Nuril Cerita Jadi 'Korban' UU ITE

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 11:09 WIB
Tim Kajian UU ITE saat temu virtual dengan Bintang Emon-Baiq Nuril (Foto: Tangkapan layar YouTube Kemenko Polhukam)
Foto: Tim Kajian UU ITE saat temu virtual dengan Bintang Emon-Baiq Nuril (Foto: Tangkapan layar YouTube Kemenko Polhukam)
Jakarta -

Tim Kajian UU ITE bertemu secara virtual dengan terlapor dan pelapor kasus ITE. Para terlapor dan pelapor kasus ITE itu pun menyampaikan pengalamannya berurusan dengan UU ITE.

Salah satunya Bintang Emon. Bintang Emon menceritakan pengalamannya dilaporkan dengan dasar UU ITE.

"Saya dapat pelaporan pihak kepolisian," kata Bintang Emon dalam video yang disiarkan kanal YouTube Kemenko Polhukam, seperti dilihat detikcom, Rabu (3/3/2021).

"...Omnibus Law yang faktanya berbeda-beda setiap harinya. Jadi hari Senin draf Omnibus Law yang keluar di media yang seperti ini, A. Yang akan dibahas besokannya keluar lagi yang baru lagi. Sehingga semuanya memilih diam...," lanjut Bintang Emon. Pernyataan Bintang Emon dalam video dipotong.

Selain Bintang Emon, ada juga Baiq Nuril. Sembari menangis, Baiq Nuril mencurahkan perasaannya saat dilaporkan dengan UU ITE dalam kasus penyebaran informasi percakapan mesum kepala sekolah tempat ia pernah bekerja.

"Sampai saat itu saya berpikir mungkin itu hukuman bagi saya karena saya membiarkan saya mengetahui orang berzina di depan saya, tapi saya membiarkannya. Sampai saya menyalahkan diri saya sendiri saat itu," kata Baiq Nuril.

Tim Kajian UU ITE saat temu virtual dengan Bintang Emon-Baiq Nuril (Foto: Tangkapan layar YouTube Kemenko Polhukam)Tim Kajian UU ITE saat temu virtual dengan Bintang Emon-Baiq Nuril (Foto: Tangkapan layar YouTube Kemenko Polhukam)

Baiq Nuril juga berharap UU ITE dapat direvisi. Dia enggan kasus yang sama sepertinya menimpa orang lain.

"Harapannya ya semoga apa yang disampaikan Bapak Presiden kemarin mengenai revisi UU ITE bisa terlaksana dan karena saya tidak ingin apa yang menimpa saya ini menimpa orang lain," ujarnya.

Selain Bintang Emon dan Baiq Nuril, hadir juga Dandhy Dwi Laksono dan Ade Armando. Dhandy mengaku dua kali berurusan dengan UU ITE. Sementara Ade Armando bercerita saat dirinya dituduh mencemarkan nama baik.

"Saya dua kali menjadi atau berurusan dengan UU ITE. Yang pertama 6 September 2017," kata Dhandy.

"Ketika itu saya dituduh dengan pasal pencemaran nama baik," kata Ade Armando.

Penjelasan Tim Kajian UU ITE soal hasil pertemuan dengan Bintang Emon, Baiq Nuril dkk. Simak di halaman berikutnya.

Simak juga 'Cari Masukan, Tim Pengkaji Akan Undang Pelapor dan Terlapor Kasus ITE':

[Gambas:Video 20detik]