MAKI Minta Bung Hatta Award Untuk Nurdin Abdullah Segera Dicabut!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 07:13 WIB
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendatangi gedung KPK. Kedatangannya untuk beri bukti tambahan terkait pelanggaran kode etik Ketua KPK, Firli Bahuri.
Boyamin Saiman (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) kepada Nurdin Abdullah dicabut. Dia menyebut pencabutan penghargaan itu adalah hal yang wajar setelah Nurdin Abdullah terjerat kasus korupsi.

"Cabut aja. Kalau azas praduga tidak bersalah mestinya nunggu nanti incracht," tutur Koordinator MAKI, Boyamin Saiman kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

MAKI menyebut pencabutan penghargaan itu tak perlu menunggu inkrah. Dia mengatakan KPK selalu berhasil mengungkap korupsi melalui operasi tangkap tangan (OTT).

"Tapi karena ini OTT KPK yang belum pernah ada cerita KPK kalah dari OTT, maka cabut sekarang adalah hal yang wajar aja," jelas dia.

Boyamin menegaskan setiap pejabat negara harus menjaga integritas agar tidak korupsi. Terlebih Nurdin Abdullah telah menerima penghargaan antikorupsi saat menjabat sebagai Bupati Banteang tahun 2017.

"Hukumnya wajib jaga integritas meski tidak dapat penghargaan karena pejabat publik," katanya.

Sebelumnya, pengurus Perkumpulan BHACA mengaku terkejut saat Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah ditangkap KPK. Pihak BHACA akan meninjau ulang penghargaan antikorupsi yang diterima Nurdin.

"P-BHACA sangat terkejut dan menyesalkan perkembangan yang terjadi. Apabila di kemudian hari terbukti telah terjadi penyelewengan/pengkhianatan terhadap nilai-nilai tersebut di atas, maka kebijakan P-BHACA adalah me-review kembali penganugerahan tersebut," demikian keterangan tertulis dari P-BHACA kepada wartawan, Selasa (2/3).

Simak juga 'Geledah 4 Lokasi di Sulsel, KPK Sita Uang-Dokumen Perkara Nurdin Abdullah':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/knv)