Pemprov Sumsel Targetkan 80 Persen Warga Divaksin Corona

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 19:05 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Foto: Pemprov Sumsel
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran Corona. Salah satunya dengan memasifkan pemberian vaksinasi kepada warga, termasuk pedagang yang rentan terpapar COVID-19.

"Vaksinasi penting untuk mencapai kekebalan kelompok dan melindungi kesehatan masyarakat. Untuk itu saya mengajak semua lapisan masyarakat mendukung peningkatan pelaksanaan vaksinasi hingga diatas 80 persen," ungkap Gubernur Sumsel Herman Deru dalam keterangan tertulis, Selasa (2/3/2021).

Adapun hal tersebut Herman sampaikan saat memimpin apel gelar pasukan Kompi Tracer dan KompiVaksinator di Lapangan BentengKutoBesak, Palembang, kemarin (1/3).

Herman mengatakan, dalam beberapa hari ke depan Pemprov akan mulai melakukan vaksinasi bagi para pedagang, diawali para pedagang di Pasar Cinde Palembang.

"Tugas dari Kompi Tracer dan Vaksinator ini untuk memonitor langsung jika ada yang terpapar. Namun tidak terlapor untuk segera kerja sama dengan petugas kesehatan mengambil tindakan yang akan dilakukan apakah isolasi di rumah sakit atau isolasi mandiri," terangnya.

Dia mengingatkan Kompi Tracer dan Kompi Vaksinator, saat bekerja di lapangan harus mengedepankan tindakan yang humanis. Bukan memberikan sanksi, tapi melakukan pendekatan persuasif agar mereka sadar arti pentingnya kesehatan.

"Jauhi tindakan yang bersifat pemberian sanksi namun ke arah ajakan secara humanis," paparnya.

Menurutnya, keberadaan Kompi Tracer dan Kompi Vaksinator merupakan lompatan besar untuk perbaikan ekonomi di Sumsel, yang dimulai dari upaya pemulihan kepercayaan diri masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Untukvaksinatornya sendiri sudah ada lebih dari 3.000 petugas kesehatan yangditraining untuk menjadivaksinator. Bahkan di setiap Puskesmas sudah ada," tambahnya.

Sebelum diberikan edukasi dan contoh yang benar, Herman mengakui masih banyak pemberitaan hoax yang beredar. Namun kini, masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya vaksinasi agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal, termasuk anak-anak sekolah segera dapat melakukan proses belajar tatap muka.

"Saya sudah tidak sabar lagi agar sekolah ini dapat segera dilaksanakan offline (tatap muka langsung) jika nanti secara hitungan medis sudah bisa dilakukan, seperti para guru sudah divaksin. Saya ingin sekolah ini segera terlaksana offline, sama seperti harapan dan keinginan anak-anak kita para pelajar," tutupnya.

(ega/ega)