Cerita Irjen Fadil Diberi Buku Sejarah Muhammadiyah: Nilainya Tak Bisa Diukur

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 17:51 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran umumkan hasil swab test dirinya usai kontak dengan Anies Baswedan
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (screenshot video)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran hari ini mengunjungi kantor Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah DKI Jakarta. Setelah menggelar pertemuan tertutup, Fadil bercerita soal pemberian buku sejarah Muhammadiyah yang diterimanya dari pertemuan tersebut.

Awalnya Fadil ditanya media perihal bantuan apa saja yang dibawa Polda Metro Jaya dari pertemuan tersebut. Dia kemudian menjawab pihaknya tidak membawa bantuan, tapi saling bertukar 'buah tangan'.

"Bukan bantuan, tapi silaturahmi. Kalau di kampung saya, datang ke rumah kakek, nenek, biasanya bawa buah tangan. Kami juga pulang begitu, dibawa buah tangan," kata Fadil kepada wartawan di kantor PW Muhammadiyah DKI, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (2/3/2021).

Fadil kemudian mengungkapkan dihadiahi buku sejarah Muhammadiyah oleh Ketua PW Muhammadiyah DKI Jakarta Sun'an Miskan. Mantan Kapolda Jatim ini meyakini buku tersebut akan menambah pengetahuannya.

"Tadi saya dikasih buku, jadi saling bertukar cenderamata. Saya dikasih buku oleh beliau (Sun'an), nilainya tuh tidak bisa diukur materi. Yang nulis seluruh sesepuh Muhammadiyah di situ. Jadi ilmu saya bisa tambah, mulai pendiri sampai tokoh-tokoh besar Muhammadiyah," terang Fadil.

Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah DKI Jakarta Sun'an Miskan mengatakan pertemuan hari ini merupakan ajang mempererat silaturahmi di antara kedua belah pihak. Dia mengaku menyambut hangat kunjungan Kapolda Metro Jaya tersebut.

"Jadi silaturahmi adalah balas jasa kepada orang yang pernah berjasa, misalnya orang tua dan guru-guru. Balas jasa itu supaya kita menjadi orang yang berakhlak mulia, jangan menjelekkan nama keluarga," ungkap Sun'an.

Dalam pertemuan tersebut diketahui secara khusus Kapolda Metro Jaya meminta pengurus PW Muhammadiyah DKI Jakarta untuk memberikan siraman rohani bagi para anggotanya.

Fadil menyebut program ini akan digalakkan pihaknya ke depannya. Selain menggandeng Muhammadiyah DKI Jakarta, Fadil menyebut sejumlah organisasi keagamaan akan diminta secara bergiliran memberikan siraman rohani ke anggota Polda Metro Jaya.

(ygs/zak)