PN Praya Kabulkan Eksepsi 4 IRT Pelempar Batu ke Pabrik Rokok, Kasus Disetop

Faruk - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 20:08 WIB
Sidang 4 IRT pelempar batu ke pabrik rokok di PN Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (1/3/2021).
Sidang 4 IRT pelempar batu ke pabrik rokok. (Dok. Istimewa)
Lombok Tengah -

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengabulkan nota keberatan atau eksepsi empat ibu rumah tangga (IRT) terdakwa kasus pelemparan batu ke pabrik rokok. Dengan dikabulkannya eksepsi 4 IRT tersebut, kasusnya otomatis dihentikan.

Majelis hakim memutuskan untuk mengabulkan eksepsi 4 IRT tersebut dalam sidang yang digelar di PN Praya hari ini, Senin (1/3/2021). Kuasa hukum 4 IRT tersebut, DA Malik menilai dakwaan jaksa penuntut umum tidak cermat, sehingga hakim mengabulkan eksepsi kliennya.

"Dalam pasal tersebut, memuat dakwaan harus cermat, jelas dan lengkap. Proses kasus tersebut dihentikan," kata Malik saat dimintai konfirmasi detikcom.

"Ini kemenangan nurani hukum, bukan kemenangan jaksa, pengacara, polisi," imbuhnya.

Terpisah, Yan Mangandar Putra, yang juga pengacara 4 IRT tersebut, menjelaskan alasan lain yang menjadi pertimbangan majelis hakim mengabulkan eksepsi kliennya. Pertimbangan yang dimaksud ialah 4 IRT tersebut tidak didampingi pengacara saat proses penyidikan.

"Selain tidak jelas merumuskan dakwaan, 4 IRT juga tidak didampingi pengacara dalam proses pemeriksaan. Itu menjadi pertimbangan hakim memutuskan dihentikan kasus ini," jelasnya.

Selain itu, Yan Mangadar menyebut jaksa penuntut umum tidak memiliki bukti adanya kerugian Rp 4,5 juta akibat pelemparan batu oleh kliennya. Menurutnya, putusan majelis hakim hari ini sudah final.

"Juga tidak ada bukti spandex yang penyok sehingga pabrik mengalami kerugian Rp 4,5 juta. Hakim tegaskan putusan sela tadi juga merupakan putusan akhir, sehingga jaksa tidak dapat lagi mengajukan berkas perkara," ujarnya.

(zak/zak)