Polisi: 12 Terduga Teroris di Jatim Sudah Rancang Bunker untuk Rakit Bom

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 15:29 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (Dok. Divisi Humas Polri)
Jakarta - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan 12 terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Jawa Timur telah merancang bunker untuk melancarkan aksi terornya. Bunker tersebut digunakan untuk merakit bom.

"Aktivitas-aktivitas daripada kelompok ini, ini adalah kelompok Jamaah Islamiyah. Tentunya berafiliasi kepada Al-Qaeda dan kelompok ini dikenal dengan kelompok Fahim, sering disebut kelompok ini dikenal dengan kelompok Fahim," ujar Rusdi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (1/3/2021).

"Tentunya mereka telah melakukan aktivitas-aktivitas berupa latihan bela diri dan mereka juga sudah merancang bunker yang akan digunakan untuk kegiatan pembuatan senjata maupun bom rakitan," sambungnya.

Selain itu, Rusdi mengungkap 12 terduga teroris tersebut sudah menyiapkan tempat penyimpanan senjata. Bahkan tempat pelarian setelah melakukan aksi terorisme pun sudah disiapkan.

"Kemudian juga telah mempersiapkan tempat penyimpanan senjata dan juga telah mempersiapkan tempat pelarian setelah melakukan aktivitas terorisme," terang Rusdi.

Lebih lanjut, kata Rusdi, 12 terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Jatim itu juga sudah berencana melakukan aksi terorisme. Beruntung, lanjutnya, Densus 88 berhasil mencegah aksi mereka itu.

"Dan yang perlu dicatat oleh kita semua, mereka juga telah berencana melakukan amaliah yang tentunya ini perlu kita perhatikan dan rencana amaliah dapat dilakukan upaya-upaya pencegahan dari Densus 88 Antiteror Polri," tandasnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 12 terduga teroris di wilayah Jawa Timur pekan lalu. Sejumlah barang bukti disita polisi mulai dari pistol rakitan hingga samurai.

"Dari kegiatan-kegiatan tersebut, telah diamankan barang bukti, antara lain lima puluh butir peluru 9 mm, satu pistol rakitan jenis FN," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/3).

"Kemudian juga bendera daulat, baik berwarna hitam maupun berwarna putih, sebanyak empat bendera, pisau delapan, samurai dua, golok tiga, dan senjata tajam lainnya berbentuk busur lebih-kurang 23 dijadikan barang bukti," sambungnya.

Lihat juga Video: Densus Sita Pistol Rakitan-Samurai dari 12 Terduga Teroris di Jatim

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)