Aksi Baku Hantam di Kongres HMI
Minggu, 26 Feb 2006 23:39 WIB
Makassar - Aksi baku hantam tak hanya terjadi di ajang pertandingan sepak bola saja. Ajang kongres sebuah organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia seperti HMI bisa saja terjadi.Insiden pemukulan ini terjadi saat Kongres HMI di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Minggu (26/2/2006). Insiden pemukulan terjadi antara peserta kongres dengan panitia di dalam forum rapat.Kejadian itu bermula ketika pada pukul 16.00 WITA sedang dibahas di Komisi B tentang Nilai Dasar Perjuangan (NDP). Dalam forum ini berkembang rencana perubahan NIK makanya ada tim 8 yang merancang perubahan.Saat presentasi perubahan draft NDP, ada dua ide yang berkembang. Opsi pertama menerima perubahan NDP dan opsi kedua menolak draft perubahan NDP dam tetap memakai NDP yang lama.Wakil dari Ciputat Hasan Jali mengkritisi pimpinan sidang yang hanya memberikan 2 opsi. Dirinya mengusulkan draft NDP tetap dijadikan referensi sambil disandingkan dengan yang lama. Tapi tiba-tiba saat peserta belum sepakat, ketua sidang langsung menetapkan opsi pertama. Saat diketuk Hasan Jali masuk sampai garis pembatas melewati garis batas meja memanjang yang dipasang yang merupakan larangan bagi peserta.Saat Hasan Jali maju, tiba-tiba salah satu panitia bernama Rustam Amir langsung mendekati Hasan dan terjadi kericuhan. Tiba-tiba saja ada yang melempar kursi dan Rustam terkena lemparan itu hingga hidungnya berdarah.Panitia mengira Hasan yang melakukan pelemparan itu. Mereka pun langsung mengejar Hasan yang lari ke luar arena kongres. Saat itu juga dia ditangkap dan dipukuli.Hasan mendapat pukulan 3 kali di perut dan 1 kali kepala. Mendengar ribut-ribut itu akhirnya sidang diskor hingga pukul 20.00 WITA. Hasan kemudian dibawa ke Wisma Alafiyat.Anggota HMI Cabang Pontianak Karti Nusantri menyesalkan aksi pelemparan kursi dan pemukulan itu. Seharusnya peristiwa itu tidak terjadi kalau semua peserta dan panitia kongres mengedepankan kesabaran. "Sayang kalau kongres ini dikotori dengan hal-hal yang merugikan," kata anggota HMI Komisariat Fakultas Pertanian Untan ini kepada detikcom.
(mar/)











































