Amien Rais Minta Wapres Ingatkan Jokowi soal Perpres Investasi Miras

Tim detikcom - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 14:59 WIB
Jakarta -

Perpres terkait investasi miras di sejumlah wilayah di RI menuai kontroversi. Inisiator Partai Ummat, Amien Rais, menilai keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan perpres itu merupakan kesalahan fatal.

"Tapi saya kira Pak Jokowi sudah membuat langkah yang fatal secara moral secara politik ya, karena jelas sekali yang dilakukan Pak Jokowi itu adalah menabrak langsung ketentuan Al-Qur'an, di mana khamer atau miras itu dan Judi merupakan dosa besar," kata Amien Rais dalam tayangan yang disiarkan di akun YouTube-nya, Senin (1/3/2024).

Amien Rais juga meminta organisasi Islam lainnya menentukan sikap agar perpres itu dicabut. Menurut Amies Rais, perizinan investasi miras ini dapat menghancurkan moral bangsa.

"Jadi ini saya meminta supaya MUI, Muhammadiyah, Nahdlatul uUama tapi juga seluruh eksponen umat Islam itu segera meminta supaya perpres itu dicabut selesai. Mengapa? Ini adalah taruhan bagi generasi muda kita. Memang perpres itu berlaku hanya untuk beberapa wilayah, tapi sudahlah tidak diberikan legalitas atau legalisasi saja sudah seperti itu keadaan kita," ujarnya.

"Jadi ya memang sudah itu tren dari masyarakat yang mestinya kita tutup jangan sampai kemudian terjadi kehancuran akhlak apalagi anak muda, generasi muda kita itu menenggak miras dan main judi apalagi. Jadi ini saya nggak tahu apa yang dimaksudkan oleh Pak Jokowi itu. Jadi sudahlah, saya kadang-kadang sampai kehabisan kata-kata bagaimana ya," lanjut Amien Rais.

Amien Rais juga meminta Wapres Ma'ruf Amin mengingatkan Jokowi terkait perpres ini. Dia berharap Ma'ruf Amin, yang sekaligus merupakan ulama, memberi tahu Jokowi agar perpres itu dicabut.

"Mohon Pak Kiai para ulama, juga Pak Ma'ruf Amin, panjenengan bisa mengatakan Pak Presiden ini keliru Pak, tolong Pak. Jadi saya juga dipilih pak sama saja jadi kedudukannya juga terpilih jadi tidak ada salahnya kalau Kiai Ma'ruf Amin yang saya anggap sejak dulu tangguh paham sekali fikih Islam di atas rata-rata ulama ya tolong itu dihentikan," ujarnya.

Redaksi telah berupaya meminta tanggapan Istana Kepresidenan mengenai pernyataan Amien Rais ini. Jubir Presiden, Fadjroel Rachman, menyerahkan kepada Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Proses konfirmasi ke Bahlil masih dilakukan dan belum mendapatkan respons.

Lalu, terkait permintaan Amien Rais kepada Ma'ruf Amin ini, redaksi juga sudah meminta keterangan dari pihak jubir Wapres. Namun belum berkenan menjawab.

"Kalau terkait dengan itu Wapres belum berkenan menjawab apa pun terkait hal itu, termasuk kepada permintaan Pak Amien Rais juga, nanti kalau sudah berkenan menjawab, pasti dikabarin," kata jubir Wapres, Masduki Baidlowi.

Meski menuai kontroversi, ada beberapa partai politik yang mendukung, simak berita selengkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2