4 Hari Tak Beroperasi, Freeport Belum Selesai Hitung Kerugian

4 Hari Tak Beroperasi, Freeport Belum Selesai Hitung Kerugian

- detikNews
Minggu, 26 Feb 2006 17:19 WIB
Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan belum selesai menghitung berapa kerugian yang diderita akibat pemblokiran warga Timika selama 4 hari. PT Freeport berjanji akan mempelajari 9 poin aspirasi warga, yang intinya berisi permintaan peningkatan kesejahteraan warga Timika."Sampai sekarang kami belum bisa berikan perhitungan kerugian, kerugian tidak termasuk di Plaza 89 karena status kami penyewa. Namun 9 poin yang diminta warga akan dipelajari sesuai komitmen kontrak karya kami," kata Kahumas PT Freeport Sidharta Mursyid kepada detikcom di Jakarta, Minggu (26/2/2006).Menurutnya solusi yang terjadi hingga masyarakat dengan sukarela membuka blokade adalah, Freeport mau menerima secara simbolik 9 poin aspirasi yang di antaranya berisi permintaaan perbaikan aspek kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi lewat UKM."Sebenarnya Freeport sejak 1996 sudah mengalokasikan dana kemitraan untuk masyarakat adat suku Kamoro dan Amungme, kedua suku yang kini menjadi area pertambangan PT Freeport Indonesia. Jika ditotal sejak 1996 hingga 2005 ada sekitar US$ 200 juta dana kita kucurkan," urai Sidharta.Masyarakat Suku Amungme dan Kamoro menerima dana kemitraan senilai 1 persen dari pendapatan PT Freeport Indonesia setiap tahun. Pada 2005 lalu, kedua suku itu mendapat bagi hasil sebesar US$ 40 juta atau lebih dari Rp 382,4 miliar. Dana sebesar itu dikelola Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat Amungme dan Kamoro yang penggunaannya diawasi bersama Pemerintah Daerah Papua, masyarakat dan PT Freeport.Menurutnya dana itu di antaranya digunakan untuk beasiswa bagi 5.000 warga sekitar dan pembangunan dua rumah sakit yaitu RS Mitra Masyarakat di Timika dan RS Banti dekat kampung Banti. (arn/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads