Ada Jamu Penangkal Flu Burung

Ada Jamu Penangkal Flu Burung

- detikNews
Minggu, 26 Feb 2006 12:10 WIB
Jakarta - Tidak hanya manusia yang dapat mengkonsumsi jamu, hewan pun bisa mengkonsumsinya untuk menangkal penyakit-penyakit yang biasa dideritanya. Salah satunya untuk menangkal wabah flu burung. Asosiasi Peternak Ayam Buras Indonesia mempunyai resep ramuan jamu yang dikenal dengan jamu ramah lingkungan.Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Peternak Ayam Buras Indonesia, Eko Wakradiharja, kepada detikcom melalui telepon, Minggu (26/2/2006)."Sebaiknya sebelum sakit diberi jamu dulu karena kalau sudah sakit apalagi flu burung susah untuk diobati. Kami sebutnya dengan jamu ramah lingkungan, yang sudah kami formulasikan sejak bertahun-tahun lalu," ungkap Eko.Eko membeberkan resep jamunya yaitu kencur, bawang putih, kunyit, temu lawak, lengkuas, jahe, daun sirih, mahkota dewa, tetes tebu, dan bio plus (susu ternak). Semua bahan ini diblender dan disaring, lalu airnya difermentasikan selama 5 hari. Hasil ramuan tersebut hanya diberikan dengan mencampurkan secukupnya ke minuman ayam. "Alhamdulillah sejak pakai jamu ini, ayam saya tidak pernah sakit, dan setelah dicek apakah terkena flu burung juga tidak," kata Eko.Selain untuk menjaga kesehatan, menurut Eko, ramuan ini juga membuat kotoran hewan tidak berbau dan tidak dikerubungi lalat. "Makanya kami sebut jamu ramah lingkungan," tandas dia.Mengenai sweeping, Eko juga mengimbau supaya peternak ayam tidak menghalangi petugas Pemprov DKI. Menurutnya apabila terbukti ayam yang disweeping terkena flu burung, itu akibat kebandelan peternak yang tidak disiplin mengecek kesehatan ayamnya."Sebenarnya ada mobil keliling Pemda yang mengecek di setiap peternakan dengan mengambil sampel 10 persen dari jumlah ayam yang ada di peternakan tersebut. Kalau mengecek Avian Flu sebenarnya lebih mudah cukup mengecek lewat kotorannya, kan ada alat pengeceknya. Kalau untuk ayam buras bisa dicek per 3 bulan, tapi kalau ayam negeri atau ayam potong 3 minggu sudah bisa dicek," jelas Eko.Jika mobil keliling tidak ada, menurutnya peternak bisa datang sendiri ke laboratorium yang terletak di Ragunan."Kalau sampai terkena sweeping dan dibakar ayamnya, itu salah peternak sendiri. Jadi tidak boleh ngeyel. Cuma yang dikhwatirkan adalah ayam liar yang hidupnya dibebaskan oleh pemiliknya sehingga ayam itu mencari makan sendiri. Bukan ayam peternakan," ujar Eko. (mly/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads