Pedagang Ayam Pasrah Disweeping
Minggu, 26 Feb 2006 11:08 WIB
Jakarta - Sweeping unggas tidak hanya dilakukan door to door dari rumah ke rumah. Pasar-pasar yang menjual ayam potong ataupun ayam hidup juga menjadi incaran Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Salah seorang pedagang mengaku pasrah jika terkena sweeping."Kata teman saya petugasnya pagi ini ke Pasar Buncit, kemungkinan siang ini ke sini. Saya pasrah saja kalau dagangan saya dibawa, " kata Eny (40 tahun) salah seorang pedagang ayam hidup di Pasar Kecil kepada detikcom, Jl Bangka Raya, Jakarta Selatan, Minggu (26/2/2006).Walaupun isu flu burung kembali mencuat lagi, Eny mengaku tidak ada perubahan dengan hasil penjualanannya. Para konsumen masih tetap membeli ayam seperti biasanya. "Kali ini pembeli terkesan cuek dan tetap membeli ayam meski isu flu burung ramai kembali. Pembeli biasa-biasa saja, harga stabil per ekor Rp 16 ribu, " cetusnya.Berdasarkan pantauan detikcom, dagangan Eny tampak ramai didatangi pembeli. Bahkan pembeli yang didominasi ibu rumah tangga ini rela mengantre untuk membeli ayam untuk disantap oleh anggota keluarganya.Pemprov DKI Jakarta sejak Jumat 24 Februari melakukan sweeping unggas door to door. Sweeping akan dilakukan tiga hari berturut-turut. Namun, pengawasan gerakan ini akan terus dilakukan secara intensif selama 3 bulan.
(mly/)











































