Navigasi Adam Air, Manusia dan Mesin Nggak Matching
Minggu, 26 Feb 2006 08:20 WIB
Jakarta -
Tidak sinkron antara mesin dan pilot menjadi sebab rusaknya sistem navigasi Adam Air. Pilot terlena dengan kecanggihan mesin. Alhasil, manusia dan mesin jadi nggak matching."Sistem otomasi pesawat (autopilot) menyebabkan pilot terlena dengan kecanggihan alat. Akhirnya kewaspadaan pun berkurang," ujar Ketua Komite Nasional Keamanan Transportasi (KNKT) Setio Raharjo kepada detikcom, Minggu (26/2/2006). Karenanya, beberapa masukan diberikan dalam laporan KNKT kepada Menteri Perhubungan Hatta Radjasa terkait peristiwa Adam Air ini. Intinya, menurut Setio, memberikan masukan bagaimana membuat mesin dan manusia ini matching."Ada lack antara mesin dan manusia. Perlu ada standar prosedur operasi. Sistem trainning juga perlu ditinjau dan dievaluasi," tandas Setio.Pesawat Boeing 737-200 milik maskapai penerbangan Adam Air mendarat darurat di Bandara Tambolaka, Sumba Barat, NTT, Sabtu 11 Februari. Pesawat dari Jakarta menuju Makassar ini mengalami gangguan navigasi. Pesawat ini, Setio menambahkan, telah mengalami rusak beberapa kali. Perbaikan terhadap pesawat pun telah berulang kali menjadi solusinya."Waspadai perawatan dan perusakan yang telah berulang kali terjadi. Di sini, kita perlu standard operation procedur," ungkapnya.
(wiq/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































