Cessna Naas, Mesin Rusak Mendarat Koprol
Minggu, 26 Feb 2006 06:13 WIB
Jakarta - Cessna naas hendak mendarat darurat karena mesin telah rusak. Akibat menghindari orang di tempat pendaratan darurat, Cessna itu pun bergerak koprol. Brukk!"Itu kan karena kesalahan casual. Artinya tidak general atau kecelakaan ini tidak karena keseluruhan sistemnya," ujar Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Setio Raharjo kepada detikcom, Minggu (26/2/2006). Pesawat Cessna SR 2500 PKSAY ini merupakan pesawat federasi aero sport. Setio mengaku KNKT belum membina sebab kecelakaan naas ini."Kami berencana mewawancari teknisi yang hidup. Bagaimana mesin bisa mati dan mengapa bisa rusak," tambah Setio.Cessna naas ini selanjutnya akan dikirim ke PT Dirgantara Indonesia untuk penyelidikan lebih lanjut. Pesawat ini sempat mengalami loss power dan hendak mendarat darurat. Namun ketika melihat tempat yang akan didarati adaorang. Pesawat pun menukik. "Karena pesawatnya sudah rusak dari atas, pesawat pun jatuh dan bergerak kayak koprol," tandasnya.Hasil penelitian sementara dari kejadian ini, ditambahkan Setio, masih belum bisa diungkap. "4 orang dari KNKT sedang meneliti, kita tunggu saja," katanya.Pesawat Cessna yang naas ini jatuh di persawahan padi di Desa Wanareja sekitar pukul 08.50 WIB. Pesawat jatuh saat melakukan terbang jelajah (cross country) dari Lanud Husein Sastranegara Bandung-Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta-Lanud Ahmad Yani Semarang-Buleleng. Pesawat jatuh menukik ke sawah dan terpecah menjadi tiga bagian. Pesawat ini dipiloti oleh Kapten Arif Mulyawan. Bertindak sebagai kopilot Imam Santoso. Dua teknisi masing-masing Lettu Hermanus Handoko (test engineer) dan Ir Firman Sunoto. Arif dan Imam meninggal dunia di lokasi. Sementara Hermanus dan Firman luka berat.
(wiq/)











































