Dapat Label Merah, Wagub Kalsel Minta Warga Waspada
Minggu, 26 Feb 2006 05:07 WIB
Banjarmasin - Setelah mendapat label merah terkait flu burung, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Rosehan Nur Bachri meminta masyarakat waspada. Label merah dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel Sudarsono, Sabtu (26/2/2006)."Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada petugas jika ada indikasi kematian unggas di daerahnya. Sehingga pemerintah nantinya, dapat segera mengatasi," kata Rosehan kepada detikcom di sela-sela Konggres Garda Bangsa I di Hotel Banjarmasin International, Jalan A Yani, Banjarmasin, Kalsel, Sabtu (26/2/2006).Ditambahkan rosehan, langkah penanganan ancaman flu burung di Kalsel telah dilakukan dengan membentuk tim yang dipimpinnya. Sehingga langkah pemusnahan unggas seperti di DKI Jakarta dianggapnya belum perlu. "Di sini belum ada korban jiwa, baru indikasinya pada unggas. Terlalu arogan kalau harus dimusnahkan," tandasnya. Rosehan menuturkan pemerintah provinsi telah mengambil kebijakan memantau secara tepat keluar masuk unggas dan pesebarannya. Ini dimaksudkan, ancaman virus H5N1 dapat dideteksi sejak dini."Unggas yang masuk persebarannya kemana saja sudah kita awasi. Kita harapkan penanganan secara cepat dapat dilakukan. Syukur-syukur tidak ada lagi virus itu di sini," ujarnya.Rosehan menegaskan untuk mengatasi peristiwa ini perlu koordinasi semua pihak. Karenanya, ia meminta masyarakat waspada dan segera koordinasi jika ada indikasi flu burung."Saat ini, belum minta bantuan pemerintah pusat. Tapi kalau crowded baru kita minta," kata Rosehan yang adalah mantan ketua dewan koordinasi wilayah Garda Bangsa Kalsel ini.Beberapa media harian lokal Kalsel memberitakan pernyataan Kadin Kesehatan Kalsel Sudarsono A.W. Sudarsono menyatakan pemberiaan label merah ini akibat ditemukan virus flu burung yang mengakibatkan beberapa unggas mati di Hulu Sungai Utara dan Tanah Laut, Kalsel. Beberapa daerah yang telah terjangkit virus flu burung di Kalsel di antaranya, Banjar Baru, Tala, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Banjar. 5 Daerah ini umumnya menjadi tempat pemeliharaan unggas seperti itik, burung, dan ayam. Pemerintah Kalsel pun telah menunjuk RSUD Ulin Banjarmasin, RS Daman Huri Barabai dan RS Kota Baru yang disediakan pemerintah untuk mengantisipasi korban flu burung. Persediaan obat Tamiflu juga akan dikonsentrasikan pada 3 RS ini.
(wiq/)











































