Pilot Pesawat Cessna Dishalati di Rumah Duka
Sabtu, 25 Feb 2006 19:13 WIB
Bandung - Jenazah pilot pesawat Cessna SR 2500 PKSAY yang jatuh di Subang, Kapten Arief Mulyawan (34) tiba di rumah duka, Sawah Lega 2 No. 54 Kecamatan Cipageran, Cimahi Utara, Bandung, pukul 17.30 WIB, Sabtu (25/2/2006). Warga kini tengah melakukan shalat jenazah. Rencananya Minggu pagi (26/2/2006), jenazah Arief akan dikuburkan di pemakaman TPU Cipageran, Cimahi Utara, Bandung. Arief meninggalkan satu orang istri, Nayla Zahara (26) dan belum dikarunai anak. Arief yang adalah anak bungsu dari enam bersaudara ini bekerja di PT Dirgantara Indonesia (PTDI) pada divisi Flight Test Safety. Pria lulusan sekolah penerbang South Wind, Texas Amerika ini bergabung dengan PTDI pada tahun 1997."2 minggu lalu, saya bertemu dengan Arief dan melihat tes pesawat itu. Mesinnya halus dan tidak ada masalah," ungkap kawan dekat Arief, Rusman saat ditemui detikcom di rumah duka yang saat itu turun gerimis.Menurutnya, pesawat itu sudah mendapatkan sertifikat laik terbang. Arief mendapatkan kepercayaan penuh untuk menerbangkan pesawat itu, termasuk ikut merakit pesawat itu."Pesawat ini berjenis single engine. Selama 20 jam pesawat diterbangkan dia," kenang Rusman.Pesawat Cessna SR 2500 PKSAY yang naas ini jatuh di persawahan padi di Desa Wanareja sekitar pukul 08.50 WIB. Pesawat jatuh saat melakukan terbang jelajah (cross country) dari Lanud Husein Sastranegara Bandung-Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta-Lanud Ahmad Yani Semarang-Buleleng. Namun, saat terbang menuju Semarang, pesawat ini jatuh. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab jatuhnya pesawat ini. Pesawat jatuh menukik ke sawah dan terpecah menjadi tiga bagian.
(wiq/)











































