Round-Up

Sorotan ke Nurdin Abdullah Dikenal Baik tapi Terjaring OTT KPK

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 19:13 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tiba di gedung KPK. Nurdin Abdullah sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah diperiksa KPK setelah terjaring dalam OTT. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Tertangkapnya Nurdin Abdullah membuat salah satu elite parpol pengusungnya kaget.

Nurdin Abdullah ditangkap pada Sabtu (27/2) dini hari di rumah jabatan gubernur yang berlokasi di Makassar, Sulsel. Nurdin kini sudah dibawa ke KPK untuk diperiksa.

PDIP merupakan salah satu parpol pengusung Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel. Politikus PDIP Hendrawan Supratikno kaget soal kabar OTT ini, dan menilai Nurdin Abdullah adalah orang yang dikenal baik.

"Belantara sistem yang ada di sekitar kita membuat orang-orang yang kita kenal baik pun bisa terpeleset. Ada yang salah dan harus kita koreksi secara sungguh-sungguh," ujar Hendrawan kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021) pagi.

Hendrawan juga menyinggung soal perilaku baik Nurdin Abdullah. Menurutnya, daya tahan orang-orang baik menjadi rendah karena sistem yang buruk.

"Daya tahan orang-orang baik dalam sistem yang buruk ternyata rendah. Ada hukum Gresham di sini: 'kebiasaan buruk mengalahkan perbuatan yang baik'," ujarnya.

Di sisi lain, Nurdin Abdullah juga pernah diganjar penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) pada 2017. Perkumpulan BHACA adalah organisasi nonprofit yang sadar mengenai bahaya korupsi bagi kelangsungan hidup bermasyarakat dan berbangsa. Perkumpulan itu berdiri pada 9 April 2003. Tokoh-tokoh yang pernah mendapat BHACA antara lain Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi Wali Kota Solo hingga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Nurdin Abdullah juga pernah dianugerahi 'Tokoh Perubahan' oleh media Republika bersama kepala daerah lain, termasuk Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas, Din Syamsuddin, dan tokoh berprestasi lainnya. Saat pemberian penghargaan berlangsung, Taufiequrrachman Ruki, yang menjadi Ketua KPK, turut hadir bersama pejabat lainnya, termasuk Kapolri saat itu, yakni Jenderal Badrodin Haiti, hingga Ketua DPD saat itu, Irman Gusman. Nama terakhir belakangan juga pernah kena OTT KPK.

Halaman selanjutnya, soal OTT KPK dan pemeriksaan yang berlangsung...

Selanjutnya
Halaman
1 2 3