Kemensos Beri Santunan ke Ahli Waris 5 Korban Tewas Longsor Pamekasan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 15:52 WIB
lokali longsor pamekasan di ponpes annidhamiyah
Lokasi tanah longsor Pamekasan (Faiq Azmi/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan santunan kepada ahli waris lima korban tewas akibat tanah longsor di Pamekasan, Jawa Timur. Bantuan itu akan diberikan langsung oleh Mensos Tri Rismaharini di Pondok Pesantren (Ponpes) Annidhomiyah Dampak, Kecamatan Paseanan.

Santunan itu akan diberikan sebesar Rp 15 juta per ahli warisnya oleh Risma, Sabtu (27/2/2021) siang ini. Adapun korban yang meninggal atas nama Robiatul Adwiyah (14), Santi (14), Nabila (12), Nur Asisah (13), dan Siti Komariyah (17).

Selain itu, longsor menimpa dua korban lainnya. Siti Komariyah (15) dilaporkan patah tulang dan Tia Muharommah dilaporkan selamat dari longsor. Karena itu, Kemensos juga memberikan santunan kepada mereka sebesar Rp 5 juta per orang.

Kemensos melalui Direktorat Penanganan Sosial Korban Bencana Alam melaporkan kronologi kejadian yang diawali dengan turun hujan lebat pukul 00.45 WIB pada Rabu (24/2).

Dampak hujan lebat tersebutlah yang mengakibatkan bencana tanah longsor sekitar 70 meter Ponpes Annidhomiyah Dampak di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Paseanan, Kabupaten Pamekasan.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang di Kabupaten Pamekasan membuat tebing setinggi sekitar 25 meter longsor. Longsor Pamekasan itu terjadi di Ponpes Annidhomiyah.

Longsor itu merobohkan dua bangunan asrama santriwati hingga menimbun 7 orang. Lima santriwati meninggal dunia, sedangkan dua lainnya selamat meski mengalami luka. Peristiwa tanah longsor ini baru pertama kali terjadi pada Rabu (24/2/2021) pukul 02.00 WIB. Sebelumnya, turun hujan deras dan angin kencang yang sangat ekstrem.

Pengasuh Ponpes Annidhomiyah Ustaz Maimon membenarkan hal itu. Pria yang juga Kepala SMP Ponpes Annidhomiyah tersebut mengaku hujan dan angin ekstrem terjadi sejak Selasa (23/2) malam, seusai salat Isya. Kondisi itu terus berlangsung hingga dini hari, sehingga membuatnya tidak tidur.

"Malam itu mulai sesudah Isya hujan sangat deras sekali. Bahkan bisa dibilang ekstrem (hujan) turun. Hingga pukul 22.00-24.00 WIB itu, hujan tidak berhenti, kemudian disertai dengan angin juga," tutur Maimon kepada detikcom.

(maa/maa)