Anies Bicara Kebijakan PSBB-KSBB Jalan Berbarengan di DKI

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 11:16 WIB
Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (YouTube/Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan DKI Jakarta saat ini sedang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena pandemi virus Corona (COVID-19) yang masih mewabah. Namun di sisi lain, Anies menyebut DKI juga menerapkan istilah KSBB. Apa itu?

"Kita satu sisi menetapkan PSBB, pembatasan sosial berskala besar, di sisi lain menerapkan KSBB, kolaborasi sosial berskala besar," kata Anies dalam sambutannya di webinar Relawan Kesehatan Indonesia bertajuk 'Membangun Partisipasi Aktif dalam Preventif Kesehatan' yang disiarkan secara daring, Sabtu (27/2/2021).

Anies menerangkan kolaborasi skala besar itu dilakukan untuk membantu di antara sesama masyarakat yang terkena dampak pandemi virus Corona (COVID-19). Kata Anies, hikmah yang bisa dipetik dari bencana nonalam ini adalah adanya solidaritas sosial yang tumbuh di masyarakat untuk berbagi informasi.

"Di mana masyarakat yang membutuhkan tersambungkan dengan mereka yang berminat untuk ikut membantu saudaranya. KSBB ini kemudian menjadi sebuah gerakan di mana masyarakat cukup dengan melihat peta Jakarta lewat JakartaSatu, lewat corona.jakarta.go.id dan kemudian muncul di sana informasi terkait dengan kolaborasi sosial. Jadi salah satu hikmah yang kita dapatkan di dalam menjalani masa pandemi ini adalah di masa sulit semua mau turun tangan untuk terlibat. Kita menyaksikan solidaritas sosial tumbuh berkembang," tutur Anies.

Anies mengatakan penanganan pandemi Corona bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga kolaborasi dengan elemen masyarakat. Sebab, laju penularan virus Corona bergerak sangat cepat jika masyarakat tak mengindahkan protokol kesehatan.

"Sebagai contoh pandemi ini sendiri, pada saat kita menghadapi pandemi, sebagian adalah tugas dan tanggung jawab dari pemerintah, tapi juga ini juga harus dikerjakan sebagai kolaborasi dengan masyarakat. Penularan terjadi antarpribadi dan penularan menjadi makin cepat bila protokol kesehatan tidak diikuti," katanya.

Mantan Mendikbud ini menyebut jajaran pemerintahan akan senantiasa melakukan tracing, testing, treatment, sedangkan unsur masyarakat diimbau untuk menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker. Anies berharap kolaborasi kolosal itu dapat terus berjalan.

"Inilah sebuah kolaborasi kolosal, yang dilakukan secara masif karena tidak mungkin salah satu berjalan sendiri lalu menghasilkan perubahan. Alhamdulillah, kita sekarang menyaksikan sedikit demi sedikit terjadi pergeseran, mulai terjadi perubahan dan kita berharap kolaborasi ini berjalan terus," katanya.

(whn/dkp)