ADVERTISEMENT

Round-Up

Akhir Karier Politik Marzuki Alie di PD, dari Sekjen-Caketum hingga Dipecat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 08:41 WIB
Mantan Ketua DPR Marzuki Alie usai menjalani pemeriksaan KPK terkait pembahasan e-KTP, Kamis (6/7/2017). Marzuki mengaku sempat mengetahui proyek ini bermasalah dalam tendernya.
Marzuki Alie (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Tuntas sudah perjalanan politik Marzuki Alie di Partai Demokrat (PD). Berbagai jabatan strategis di Partai Demokrat pernah diemban Marzuki. Tapi akhir ceritanya justru tidak mengenakkan.

Demokrat memutuskan memecat Marzuki dari keanggotaan partai. Alasannya, Marzuki dinilai telah melakukan pelanggaran kode etik dan AD/ART partai.

"DPP Partai Demokrat juga memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat kepada Marzuki Alie karena terbukti melakukan pelanggaran etika Partai Demokrat sebagaimana rekomendasi Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat," kata Kepala Barkomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Jumat (26/2/2021).

Marzuki terbukti bersalah lantaran menyatakan secara terbuka kepada publik terkait kebencian dan permusuhan kepada Partai Demokrat. Tindakan Marzuki dinilai mengganggu integritas dan wibawa partai.

"Marzuki Alie terbukti bersalah melakukan tingkah laku buruk dengan tindakan dan ucapannya, yakni menyatakan secara terbuka di media massa dengan maksud agar diketahui publik secara luas tentang kebencian dan permusuhan kepada Partai Demokrat, terkait organisasi, kepemimpinan, dan kepengurusan yang sah. Tindakan yang bersangkutan telah mengganggu kehormatan dan integritas serta kewibawaan Partai Demokrat," papar Herzaky.

Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa Marzuki ibarat daging di Partai Demokrat. Dia merintis karier politiknya dari 'bawah' sebelum akhirnya dipercaya mengemban tugas strategis, salah satunya menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PD.

Karier politik Marzuki Alie di Demokrat dimulai pada 2003. Terakhir kali dia mengemban jabatan di partai berlambang mirip logo Mercy itu pada 2015. Berikut perjalanan politik Marzuki di PD:

- Majelis Pertimbangan Partai Demokrat Sumatera Selatan tahun 2003
- Fungsionaris DPP Partai Demokrat tahun 2004
- Tim sukses Pemenangan Calon Presiden SBY-JK Pilpres 2004
- Sekjen PD periode 2005-2010
- Sekretaris Tim Nasional SBY-Boediono pada Pilpres 2009
- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat 2010-2015

Di luar kepengurusan Partai Demokrat, Marzuki Alie dipercaya oleh Partai Demokrat menjabat Ketua DPR RI periode 2009-2014.

Selain itu, Marzuki pernah meramaikan kontestasi pemilihan Ketua Umum (Ketum) PD pada kongres 2010. Ketika itu, ada tiga kandidat. Selain Marzuki, ada Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum. Akhirnya Anas-lah yang terpilih sebagai Ketum PD.

Kini perjalanan politik Marzuki di PD telah usai setelah ia dipecat. Sebelum dipecat, pria kelahiran Palembang, 6 November 1955, itu disebut-sebut terlibat isu kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia pun telah membantah terlibat isu tersebut

Marzuki terakhir berbicara perihal pecat-memecat di internal Partai Demokrat, yang dia nilai sebagai bentuk kepemimpinan otoriter.

Pernyataan itu yang diyakini sebagai salah satu pertimbangan PD memecat Marzuki secara tidak hormat. Meski dipecat secara tidak hormat, Marzuki justru malah bangga.

Baca pernyataan Marzuki soal pemecatannya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT